Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Instagram dan Facebook Berubah Total, Ada 'Jam Malam'

Instagram dan Facebook Berubah Total, Ada 'Jam Malam'


Fino Yurio Kristo - detikInet

Tyumen, Russia - January 21, 2020: TikTok and Facebook application  on screen Apple iPhone XR
Aplikasi Facebook. Foto: iStock
Jakarta -

Meta sepakat menerapkan batasan pengamanan baru pada penggunaan aplikasinya oleh remaja, dalam sebuah keputusan yang dapat mengubah pengalaman bermedia sosial kaum muda di Amerika Serikat. Belum diketahui apakah juga akan diterapkan di seluruh dunia.

Raksasa media sosial ini akan menjadikan beberapa pembatasan keamanan sebagai opsi default bagi pengguna muda, bukan lagi mengharuskan mereka mengaktifkannya sendiri.

Perubahan ini adalah bagian dari kesepakatan penyelesaian dalam persidangan besar di California, yang juga mengharuskan Meta membayar hingga USD 17 miliar ke negara-negara bagian yang mengajukan gugatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari Guardian, Meta juga setuju membayar USD 1 miliar ke negara bagian Texas, yang sebelumnya tidak tergabung dalam gugatan. Kesepakatan ini merupakan pertama kalinya Meta dipaksa mengubah fitur-fitur utama di negara asalnya. Berikut ini detailnya.

ADVERTISEMENT

1. Pembatasan keamanan default

Perubahan terbesar adalah Meta, induk Instagram dan Facebook, diharuskan menjadikan banyak pembatasan keamanan sebagai pengaturan bawaan akun yang dibuat remaja. Sebelumnya, pengguna harus mengaktifkan sendiri. Pengaturan tak dapat diubah tanpa izin akun orang tua pengawas yang ditautkan ke akun remaja tersebut.

Meskipun Meta menggembar-gemborkan tool seperti peringatan waktu layar sebagai bukti komitmen perusahaan terhadap keamanan, sebelumnya mereka tidak menjadikan fitur-fitur tersebut standar bawaan.

Sebagai contoh, ketika remaja pertama kali membuat Instagram, mereka takkan lagi melihat feed yang dipersonalisasi atau jumlah like pada postingan mereka, kecuali orang tua pengawas mengubah pengaturan tersebut.

Para jaksa negara bagian berargumen opsi keselamatan remaja milik Meta jarang digunakan karena tidak diaktifkan secara otomatis sehingga perubahan ini dilakukan.

2. Fitur pengawasan orang tua

Orang dewasa yang ditunjuk sebagai 'orang tua pengawas' dapat memantau dan mengubah pengaturan akun remaja jika kedua pengguna menyetujui kendali tersebut.

Fitur pengawasan orang tua ini mencakup penerimaan informasi mengenai waktu yang dihabiskan di aplikasi, serta nama pengguna dari koneksi sosial mereka dan nama-nama akun yang mengirimi mereka pesan.

Orang tua juga akan menerima notifikasi harian setiap kali akun remaja mengirim pesan ke akun orang dewasa untuk pertama kalinya, serta tautan menuju akun orang dewasa tersebut. Akun orang tua juga akan diberi tahu setiap kali akun remaja mencari kata kunci terkait bunuh diri, melukai diri sendiri, atau gangguan makan.

3. Ada 'jam malam'

Meta akan diwajibkan menerapkan batas default durasi penggunaan aplikasi untuk akun remaja. Akun remaja hanya dapat digunakan maksimal dua jam per hari, meskipun orang tua bisa mengubah pengaturan ini.

Kesepakatan ini juga mengamanatkan adanya "mode malam" dan "mode sekolah" yang membatasi penggunaan aplikasi serta notifikasi dari pukul 12 malam hingga 6 pagi, serta pukul 8 pagi hingga 3 sore pada hari kerja selama masa sekolah.

4. Menonaktifkan jumlah like dan filter

Perjanjian ini mengharuskan Meta membatasi fitur 'perbandingan sosial' akun remaja, termasuk melarang penampilan jumlah like secara default dan melarang remaja menggunakan filter 'prosedur kosmetik'.

5. Verifikasi usia

Meta harus menggunakan sistem verifikasi identifikasi kartu pengenal atau pengenalan wajah untuk memastikan remaja tidak menggunakan akun Instagram biasa. Hal ini wajib diuji oleh pihak ketiga setiap tahunnya.

6. Potensi melebar

Dalam surat terbuka, Meta menyerukan agar TikTok dan YouTube ikut menerapkan perubahan serupa terkait cara perusahaan medsos menangani akun remaja. Meta menilai kesepakatan ini hanya akan berjalan efektif jika semua platform menggabungkan kebijakan serupa.

"Karena remaja berpindah dengan sangat cair di antara puluhan aplikasi, kita memerlukan solusi yang mencakup seluruh industri," kata pimpinan bidang hukum Meta, CJ Mahoney.



(fyk/fay)




Hide Ads