Bertepatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan infrastruktur digital menjadi salah satu bagian yang terus dikejar pemerintah. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pun mengungkapkan perkembangan terbaru.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama penyelenggara telekomunikasi tercatat kini telah membangun jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 1,19 juta kilometer, meski pemerataan jaringan berkecepatan tinggi seperti 5G masih menjadi pekerjaan besar.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan jaringan fiber optik laut atau Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) telah membentang sepanjang 131.325,99 km. Sementara jaringan fiber optik darat (inland) mencapai 1.061.727,57 km.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Meutya bahwa jaringan tersebut menghubungkan berbagai wilayah Indonesia, mulai dari antarpulau hingga kota, kabupaten, kecamatan, dan desa.
"Dengan cakupan tersebut, infrastruktur fiber optik kini telah menjangkau 53.382 desa atau 63,79 persen dari 83.687 desa di Indonesia," kata Meutya kepada detikINET, Senin (24/8/2026).
Lebih lanjut, Menkomdigi mengatakan berdasarkan i Optical Distribution Point (ODP). Hingga kini telah terpasang 2.712.813 titik ODP atau setara dengan 51,66%, yang berfungsi mendistribusikan jaringan utama hingga pelanggan.
Sebagai informasi, ODP ini secara sederhana adalah 'titik pembagi' sinyal fiber optik sebelum koneksi diteruskan ke rumah, kantor, sekolah atau pelanggan lainnya.
"Setara dengan 51,66% (43,233 Desa) dari 83.687 desa di Indonesia yang telah tercover untuk menyebarkan sinyal optik ke pelanggan," ucap Meutya.
Di sisi jaringan seluler, pembangunan infrastruktur 4G menunjukkan cakupan yang jauh lebih luas dari sisi populasi. Hingga kuartal I 2026, tingkat penetrasi layanan 4G telah mencapai 98,96%, atau sekitar 267 juta jiwa.
Apabila dihitung berdasarkan luas wilayah, cakupan sinyal 4G masih sekitar 54,23%, setara dengan 1,03 juta kilometer persegi wilayah Indonesia.
Sementara itu, Meutya menyebutkan untuk jaringan 5G masih dalam tahap awal pengembangan sejak pertama kali dikomersialisasikan pada Mei 2021.
"Adapun jaringan 5G masih dalam tahap awal pengembangan, dengan cakupan sekitar 2,38% wilayah, namun sudah mampu melayani sekitar 109 juta jiwa, menunjukkan langkah awal yang positif menuju transformasi digital berkecepatan tinggi di seluruh pelosok Indonesia," ungkap Menkomdigi.
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) 2025-2029, kecepatan internet baik mobile broadband maupun fixed broadband ditargetkan akan ditingkatan secara bertahap hingga mencapai 100 Mbps pada 2029.
Untuk internet pita lebar bergerak (mobile broadband, Komdigi mencatat kecepatan rata-rata nasional pada 2024 berada di angka 47,02 Mbps. Di 2026, peningkatan koneksi tersebut dapat menyentuh 60 Mbps.
Peta penyebaran internet di Indonesia Foto: Komdigi |
Lalu, target peningkatan internet pita lebar tetap (fixed broadband) yang kecepatan rata-rata nasional 51,30 Mbps pada 2024 dapat naik menjadi 45 Mbps pada 2026.
Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pulau Miangas, yakni titik paling utara Indonesia, pada Sabtu (9/5) menyebutkan pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum terhubung akses internet dapat merdeka sinyal.
"Kami akan memperkuat jaringan supaya handphone bisa beroperasi di sini," ucap Prabowo kala itu kepada warga Miangas.



