Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Komdigi dan Industri Digital Sepakati 8 Agenda Besar, Pacu Ekonomi Digital RI

Komdigi dan Industri Digital Sepakati 8 Agenda Besar, Pacu Ekonomi Digital RI


Agus Tri Haryanto - detikInet

Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah, mengatakan forum DEAL 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan seluruh pemangku industri lintas sektor menyepakati delapan inisiatif untuk menggenjot perekonomian digital Indonesia. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengatakan pemerintah menjadikan DEAL 2026 sebagai wadah penyelarasan berbagai program dan inisiatif digital yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, komunitas, dan pemerintah daerah.

"Transformasi digital adalah tentang kerja bersama. DEAL 2026 kami tempatkan sebagai ruang penyelarasan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki arah yang sama," ujar Meutya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delapan insiatif DEAL 2026 yang disepakati Komdigi dan industri digital, yaitu peningkatan nilai tambah industri telekomunikasi, customer protection, pengembangan inovasi digital dan penciptaan technopreneur.

ADVERTISEMENT

Kemudian, program sehat digital (Dara), restart up ekosistem digital, kolaborasi ekosistem AI nasional, peningkatan inklusivitas teknologi baru, dan peningkatan efisiensi biaya logistik nasional.

Lebih lanjut, Meutya menjelaskan pemerintah saat ini mengusung tiga prinsip utama pembangunan digital nasional lewat 3T atau Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Melalui pendekatan tersebut, setiap upaya peningkatan konektivitas diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan ruang digital yang aman dan berkelanjutan.

Ia mencontohkan sejumlah kolaborasi yang telah berjalan, termasuk pengembangan Internet of Things (IoT) untuk mendukung sektor pertanian dan perikanan melalui keterlibatan petani, petambak, nelayan, serta berbagai mitra industri.

Meutya menyebutkan keberhasilan transformasi digital tidak diukur dari besarnya angka ekonomi digital semata, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung.

"Tujuan akhirnya bukan angka-angka di atas kertas, tetapi apa yang dirasakan oleh petani, nelayan, pelajar, UMKM, dan masyarakat Indonesia secara luas," ucapnya.

Melalui DEAL 2026, pemerintah berharap semangat gotong royong digital dapat mempercepat implementasi berbagai program prioritas nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.




(agt/agt)






Hide Ads