Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
ISODEL 2007
Mendiknas Tak Mau Paksakan TIK ke Sekolah
ISODEL 2007

Mendiknas Tak Mau Paksakan TIK ke Sekolah


- detikInet

Denpasar - Meski giat menerapkan e-learning, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo mengatakan penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke sekolah tak akan dipaksakan. Sejak tahun 2006, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mulai menggalakkan penerapan program pembelajaran yang memanfaatkan bantuan TIK atau biasa disebut e-learning. Dengan harapan meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia, program e-learning pun terus digalakkan.Namun, lanjut Bambang, untuk membawa TIK di tiap sekolah juga harus melihat kesiapan dari sekolah tersebut. "Maka dari itu, kami mempunyai strategi dengan memulai dari yang paling siap. Misalnya, sulit kan jika di desa yang kekurangan pasokan listrik kita paksakan untuk menerima TIK," ujarnya dalam pembukaan International Symposium On Open Distance and E-Learning (ISODEL) 2007, di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali, Rabu (14/11/2007).Menurut Bambang, saat ini sudah ada 10.000 sekolah yang sudah tersentuh TIK. Pada 2008, lanjutnya, akan ada 20.000 sekolah yang dihinggapi TIK. Sedangkan di tingkat perguruan tinggi, Bambang mengatakan semua Peguruan Tinggi Negeri sudah online. Sedangkan untuk Peguruan Tinggi Swasta, ia mengungkapkan ada 100 lembaga yang sudah online. Bambang mengatakan basis TIK untuk pendidikan sangat penting untuk diterapkan di Indonesia. Terlebih jika berkaca pada kondisi geografis Indonesia yang terpisah oleh pulau-pulau."Maka dari itu, universitas dan sekolah tradisonal juga diharapkan dapat mengimplementasikan e-learning, yaitu dengan mengoptimalkan TIK untuk pembelajaran jarak jauh," tuturnya. Meski demikian, Bambang berpesan agar untuk tidak menganggap TIK sebagai segalanya, melainkan hanya sebagai instrumen. "Yang penting adalah mengembangkan kompetensi dan ilmunya dengan bantuan TIK," imbuhnya.Ajang ISODEL 2007ISODEL 2007 merupakan sebuah simposium internasional untuk berbagi informasi, pengalaman dan penjajagan kemungkinan kerja sama antar negara dalam rangka pendayagunaan TIK untuk pendidikan jarak jauh. Acara ini berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Bali dari tanggal 13 hingga 15 November 2007, dan diikuti oleh 421 peserta yang sebagian berasal dari kalangan akademisi dalam dan luar negeri serta menghadirkan sekitar 60 orang pembicara. Selain itu juga diadakan pameran yang diikuti oleh vendor, perguruan tinggi dan lembaga lain yang bergerak dalam pemanfaatan TIK.Diharapkan, dengan simposium ini dapat dirumuskan rekomendasi dalam bidang open, distance dan e-learning dalam menunjang tiga pilar kebijakan pendidikan baik melalui jalur formal maupun non formal. Hasil rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Mendiknas sebagai bahan pertimbangan kebijakan dalam bidang pendayagunaan TIK di sektorpendidikan. (ash/wsh)







Hide Ads