Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Sanksi AS, Perusahaan Online Eksodus dari Iran

Sanksi AS, Perusahaan Online Eksodus dari Iran


- detikInet

Teheran - Perseteruan Amerika Serikat (AS) dan Iran merambah jagat dunia maya. Negeri paman Sam baru-baru ini mengeluarkan sanksi baru yang melarang segenap penduduk atau organisasi AS melakukan bisnis dengan Garda Revolusioner, tentara Iran yang sangat berpengaruh di negeri itu.Berkenaan dengan sanksi ekonomi baru ini, portal Internet ternama Yahoo pun menghapus Iran dari daftar negara yang mendapat layanan email mereka. Namun di lain pihak, raksasa mesin cari Internet Google tetap membiarkan Iran dalam daftar pilihan registrasi layanan emailnya, Gmail."Yahoo secara berkelanjutan mereview operasi bisnis agar sesuai dengan kebijakan pemerintah. Konsisten dengan hal ini, Yahoo tak bisa menerima pendaftaran dari negara yang menjadi subyek sanksi," demikian ungkap juru bicara Yahoo seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Kamis (8/11/2007).Sementara pihak Google mengungkapkan bahwa sanksi ekonomi pemerintah AS ini belum membuat dihapusnya Iran dari layanan Gmail. "Google berkomitmen mendukung sanksi ekonomi AS dan percaya dengan tindakan kami dalam memenuhi hal itu," demikian pernyataan Google.Perusahan Internet lainnya tampaknya juga mulai angkat kaki dari Iran termasuk Microsoft dan Skype. Tanggal 30 Oktober 2007, wartawan koran Belanda NRC Handelsblad yang bertugas di Teheran, Iran mengungkapkan bahwa account layanan Skype berbayarnya dibatalkan. Penyedia layanan menyebutkan bahwa mereka dipaksa menghentikan bisnis di Iran.Efek dari terhentinya pelayanan Yahoo dan perusahaan online lainnya di Iran ini tentu saja membuat rakyat di sana makin kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat internasional lewat dunia maya. Apalagi pemerintah Iran sendiri secara ketat membatasi apa saja yang boleh diakses rakyatnya di Internet. Bahkan lembaga OpenNet Initiative, lembaga peneliti sensor Internet yang digawangi Universitas Harvard, Toronto, Oxford, dan Cambridge menyebutkan bahwa pemerintah Iran punya sistem sensor Internet paling ketat sedunia. (fyk/fyk)





Hide Ads