Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Penjahat Tradisional Rambah Cybercrime

Penjahat Tradisional Rambah Cybercrime


- detikInet

Jakarta - Polri mengakui jumlah kejahatan dunia maya (cybercrime) di Indonesia semakin lama terus meningkat. Peningkatan tersebut disinyalir sesuai dengan iklim perubahan teknologi yang terjadi di lingkungan masyarakat.Hal itu diungkapkan AKBP Gagas Nugraha, dari divisi IT dan Cybercrime Mabes Polri kepada para wartawan seusai acara bedah buku 'Cyberlaw, Tidak Perlu Takut' di Mario's Place, Cikini, Jakarta, Senin (11/6/2007).Meski tidak menyebutkan angka pasti kasus cybercrime yang sudah terjadi selama ini di Indonesia, Gagas menyatakan berbagai kejahatan konvensional yang biasa terjadi sekarang ini sudah banyak versi cyber-nya.Dikatakan Gagas, pergeseran di dunia kejahatan ini terjadi akibat kemajuan teknologi informasi (TI). Seperti yang dulunya kejahatan hanya dijalankan secara konvensional sekarang sudah mengikuti perkembangan teknologi."Buktinya sekarang sudah ada yang namanya cyberterrorism, cyberprostitusi, cybergambling, carding dan deface," sebutnya.Dalam mendeteksi dan menangani cybercrime ini juga diakui Gagas lebih sulit dibandingkan yang konvensional. Pasalnya, pihak penyidik juga perlu memiliki keahlian khusus di bidang TI, sedangkan tidak semua polisi memiliki bekal tersebut.Maka dari itu, Polri kini tengah sibuk mempersiapkan polisi khusus yang akan menangani kejahatan dunia maya (cybercop). Personel yang dididik berasal dari satuan kepolisian daerah di seluruh Indonesia yang dibekali pelatihan dari tenaga-tenaga profesional.Bahkan, kerja sama pelatihan juga melibatkan penegak hukum asing seperti Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Australian Federal Police (AFP). Calon-calon cybercop ini nantinya juga bakal dikirim ke luar negeri yang khusus belajar mengenai cybercrime. (ash/wsh)







Hide Ads