Timnas HaKI Fokuskan Razia ke Pabrik
- detikInet
Jakarta -
Kinerja Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (Timnas HaKI) terus ditingkatkan. Selanjutnya, sasaran razia akan lebih fokus melacak pabrik pembuat CD (Compact Disk) bajakan.Hal itu diungkap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, kepada wartawan di sela-sela acara Malam Penganugerahan Penghargaan Kepedulian dan Penegakan HKI 2007 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis malam (27/4/2007).Rencana ini akan digalakkan Timnas sampai dengan akhir tahun 2007. "Nanti akan dibentuk suatu tim khusus, secepatnya dan pokoknya tahun ini," imbuh Mari.Mari bercerita, setelah setahun Timnas HaKI terbentuk secara umum angka pembajakan di Indonesia turun sebanyak 1 persen. "Dari tingkat pembajakan mencapai 88 persen menjadi 87 persen," tukasnya.Sementara itu, proses pengaduan yang saat ini tengah dalam proses penyidikan di pengadilan ada 120 kasus yang terkait pembajakan.Tim yang beranggotakan lintas departemen ini diketuai oleh Menkopolhukam Widodo AS. Pembentukannya melalui Keppres No.4/2006 yang ditandatangani Presiden pada 27 Maret 2006 dan melibatkan Departemen Perindustrian, Perdagangan, Kejaksaaan Agung, Kepolisian, Ditjen Bea dan Cukai serta yang lainnya. 90% CD Palsu Wirawan Hartawan, presiden direktur PT Dynamitra Tarra sebagai salah satu produsen cakram optik di Indonesia mengatakan, kapasitas CD yang diproduksi negara kita per hari mencapai 2 sampai 3 juta keping. Peningkatan produksi CD tiap tahunnya juga terus meningkat hingga 100 persen. "Dari 2-3 juta keping itu, paling cuma 10 persennya yang legal sedangkan 90 persen sisanya palsu," sesal wirawan kepada detikINET.Pentingnya komitmen dan aksi pemerintah dalam penanggulangan dianggap sangat berarti dalam menyelamatkan industri ini. Meskipun belum sempurna, namun kinerja Tim Nas HaKI sudah mulai menunjukkan perubahan, terutama dalam dua tahun terakhir yang terlihat lebih serius, lanjutnya."Tahun lalu sekitar 8 juta keping CD telah disita dan dimusnahkan. Jika harga satu CD Rp 50.000 berarti nilai uang yang beredar mencapai Rp 400 juta. Jika Timnas HaKI sukses berarti tahun ini hasil sitaan akan meningkat," tandas Wirawan.
(ash/wsh)