BSA Indonesia: Hukum Berat Pelanggar HaKI
- detikInet
Surabaya -
Mengapa pembajakan semakin merajalela? Salah satunya lantaran proses penggandaan software semakin mudah dan semakin digemari. Hal tersebut diungkapkan oleh Donny Sheyoputra, Indonesia Country Manager Business Software Alliance (BSA).Di hadapan sejumlah pimpinan dan penyidik Polri se-Jawa Timur dalam acara Pembekalan Pengetahuan tentang Hak Kekayaan Intelektual bagi Penyidik Polri di Hotel Sheraton - Surabaya, Donny pun menambahkan keterangannya tersebut."Selain proses penggandaannya tersebut, ada tiga hal lain yang turut menjadi penyebab merajalelanya pembajakan," ujarnya Ketiga hal lain tersebut adalah kurangnya kesadaran dan budaya masyarakat untuk menghargai hak cipta atas software, sikap acuh terhadap konsekuensi hukum yang timbul akibat pembajakan software, dan, "faktor penegakan hukum dan perangkat perundang-undangan di bidang hak cipta," ujarnya.Kerjasama di bidang industri, menurut Donny, adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan jika ingin melakukan penegakkan hukum terkait dengan hak atas kekayaan intelektual (HaKI) khususnya hak cipta software. Secara khusus, penegakan hukum pun ditekankan olehnya. "Hendaknya (penegakan hukum) dilakukan secara berlanjut, termasuk dengan menjatuhkan pemidanaan yang berat terhadap para pelaku (pelanggaran hak cipta)," tegasnya.Donny pun berharap agar perangkat perundang-undangan, dalam hal ini UU Hak Cipta, dapat mengakomodasi standar internasional dan bersifat fleksibel ketika harus mengikuti perkembangan jaman, khususnya di bidang teknologi.
(dbu/dbu)