DeTIKNas: MoU Microsoft-RI Bikin Open Source Bergairah
- detikInet
Jakarta -
Kemal Stamboel, Wakil Ketua Harian Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIKNas), mengakui bahwa dampak dari ribut-ribut soal nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Microsoft dengan pemerintah Indonesia adalah bergairahnya penggerak Open Source. Hal itu diungkapkan Kemal seusai mendampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil menerima mahasiswa Indonesia yang menjadi pemenang kompetisi Brew di Kantor Kominfo, Jakarta, Jumat (16/3/2007). Kemal juga sepakat kalau MoU Microsoft-RI itu membuat diskusi soal hak cipta software ramai. "Ya, makanya diramaikan saja," tukasnya pada wartawan. Di tempat yang sama Menkominfo Sofyan Djalil mengatakan akan terus menjalankan rencana survei komputer di institusi pemerintahan. "Kita survei dulu berapa komputernya, kalau sudah ketahuan berapa baru kita siapkan anggarannya. Kalau untuk Microsoft sekian, harus ada juga anggaran untuk Open Source," tuturnya.Namun, Sofyan mengelak untuk memberi jawaban langsung apakah MoU dengan Microsoft akan diteruskan dalam bentuk lain atau tidak. "Yang penting semangatnya hak cipta," ia menegaskan. Sebelumnya Sofyan menerima rombongan dari Qualcomm. Bersama rombongan itu adalah Ria L. Moedomo, mahasiswa doktoral dari Institut Teknologi Bandung yang merupakan satu dari lima pemenang kompetisi aplikasi Binary Runtime Environment for Wireless (BREW). Berkat aplikasi penanganan flu burung, Ria berhak atas uang US$ 100.000.
(wsh/wsh)