Microsoft: Vista Bajakan di Pasaran Bukan Full Version
- detikInet
Jakarta -
Terkait maraknya Windows Vista bajakan yang terjaja di pasaran, Microsoft Indonesia yakin bahwa produk tersebut bukan benar-benar edisi Vista full version."Saya sangat yakin produk tersebut (Vista Bajakan-red) paling hanya versi betanya atau hanya pengembangan dari versi trial sehingga tidak ready to market," tegas Anti Suryaman, License Compliance Manager PT Microsoft Indonesia kepada detikINET, Selasa (13/2/2007).Sehingga, lanjut Anti, dapat dipastikan pada produk aspal (asli tapi palsu) tersebut masih banyak bugs yang perlu dibereskan, sehingga belum layak untuk dijual di pasaran meskipun penjualnya mengklaim itu merupakan edisi full version."Ini hanya masalah bisnis, ada sejumlah orang yang memanfaatkan rasa penasaran konsumen terhadap Vista dengan menjadikannya sebagai lahan bisnis," ujarnya.Akibat pembajakan ini, Anti berpendapat, kerugian yang ditimbulkan bukan hanya menimpa Microsoft selaku pembuat Vista. Tetapi juga akan berpengaruh pada pendapatan negara dan industri software di Indonesia.Namun, Anti belum bisa merinci berapa besar potensi kerugian yang diderita Microsoft akibat hal ini. Pasalnya, mereka belum mengetahui berapa jumlah Vista bajakan yang beredar di pasaran.Siap Bekerja SamaUntuk mengantisipasi pembajakan, sejak era Windows XP, sebetulnya Microsoft sudah melakukan pengembangan dari sisi teknologi untuk mengakalinya. Seperti membuat proses aktivasi yang hanya bisa dilakukan melalui situs resmi Microsoft atau call center dengan harapan sulit dibobol pembajak.Tetapi rasanya sulit menghilangkan kebiasaan ini di Indonesia. Padahal tanpa harus membajak, menurut Anti, Microsoft siap bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggunakan produk-produk aslinya. "Harusnya setiap perusahaan melihat software sebagai suatu investasi, karena kalau dari sisi bisnis pasti ada konsuekuensi untuk biaya (yang dikeluarkan) dan kita tidak bisa mendebatnya," tandas Anti.
(ash/wsh)