FBI Kehilangan 160 Laptop dalam 44 Bulan
- detikInet
Washington -
Meski terlihat gagah dan jagoan, lembaga penyelidik Amerika Serikat (AS), Federal Bureau of Investigation (FBI) ternyata bisa kecolongan juga. Dalam 44 bulan FBI kehilangan 160 laptop. FBI bahkan tidak tahu seberapa penting data yang tersimpan di puluhan laptop yang hilang itu.Berita yang dilansir AFP, Selasa (13/2/207), menyebutkan dalam kurun waktu 44 bulan sekitar 160 unit laptop tidak diketahui keberadaannya, diduga karena hilang atau dicuri. Laporan yang diberikan Inspektorat Jenderal Departemen Hukum AS ini memaparkan benda-benda tersebut hilang dalam periode Februari 2002 hingga September 2005.Examiner.com melansir, laptop-laptop yang hilang tersebut diantaranya milik seorang staf FBI di Washington yang hilang pada Mei 2004. Seperti pada puluhan laptop lainnya, sampai saat ini FBI tidak tahu data apa yang tersimpan di laptop tersebut."Karena tidak tahu isi laptop, tidak mungkin bagi FBI untuk mengusut dampaknya pada keamanan nasional bila disalahgunakan," ujar petugas inspektorat.Selain laptop yang hilang pada bulan Mei 2004 itu, ada juga laptop milik staf FBI lainnya yang dilaporkan dicuri dari laboratorium milik FBI di Quantico pada bulan Juli 2002. Laptop tersebut berisi daftar nama, alamat dan nomor telepon para staf FBI.Dalam periode yang sama, FBI juga dilaporkan kehilangan 160 pucuk senjata. Empat belas persen dari senjata yang hilang itu, tidak dimasukan dalam database kriminal nasional untuk pelacakan.Alih-alih cemas, pihak FBI melihat kasus ini sebagai kemajuan institusinya. Karena jika dilihat dari kuantitasnya, jumlah laptop dan senjata yang hilang memang menunjukkan penurunan. Pada periode sebelumnya, 317 unit komputer dan 354 pucuk senjata hilang atau dicuri dalam kurun waktu kurang 2 tahun. Ini berarti 24 unit hilang dalam sebulan.
(nks/ash)