Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Berapa Kerugian Akibat Pembajakan Software di Indonesia?

Berapa Kerugian Akibat Pembajakan Software di Indonesia?


- detikInet

Jakarta - Berapa besar kerugian yang dialami perusahaan piranti lunak akibat pembajakan di Indonesia? Polri memiliki perkiraan angka yang cukup fantastis. Kadiv Penerangan Umum Mabes Polri, Bambang Kuncoko, mengungkapkannya dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (1/11/2006). "Dalam semester satu 2006 ini, Polri mencatat kerugian yang dialami software vendor sekitar US$ 2,4 miliar," ujar Bambang. Jika dikurskan dalam rupiah, nilai itu mencapai Rp 21 triliun lebih (kurs US$ 1 = Rp 9.110. sumber:detik.com). Dalam kesempatan yang sama, Direktur Business Software Alliance (BSA) Asia Tarun Sawney, memuji kepolisian yang menindak tegas secara independen pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan pengguna akhir di Indonesia. BSA adalah asosiasi berbagai perusahaan piranti lunak yang giat berkampanye anti pembajakan. Dalam jumpa pers tersebut Polri mengumumkan dua perusahaan yang menjadi tersangka pengguna bajakan, salah satunya PT STO. "Nilai kerugiannya dari perusahaan ini (PT STO-red) saja US$ 400 ribu. Bayangkan, ada berapa perusahaan di Indonesia?" ujar Tarun. Pembajakan di Indonesia, ujar Tarun, masih di tingkat 87 persen. Dari temuan BSA, urut-urutan vendor software yang paling banyak dibajak di Indonesia adalah Microsoft, Symantec, Borland, Adobe, Cisco System, Macromedia, dan Autodesk. Namun Tarun tak merinci berapa besarnya tingkat pembajakan untuk masing-masing vendor tersebut. (wsh/wsh)




Hide Ads