Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Monster dari India Purba: Ular Raksasa Vasuki Pesaing Titanoboa

Monster dari India Purba: Ular Raksasa Vasuki Pesaing Titanoboa


Fino Yurio Kristo - detikInet

Vasuki indicus
Vasuki Indicus. Foto: Mongabay
Jakarta -

Seekor ular prasejarah kolosal yang hidup di India sekitar 47 juta tahun lalu mungkin merupakan salah satu ular terbesar yang pernah ada. Dikenal sebagai Vasuki indicus, reptil purba ini diperkirakan bisa mencapai panjang 15,2 meter, sejajar dengan Titanoboa.

Penemuan yang dideskripsikan tahun 2024 dalam jurnal Scientific Reports ini berasal dari fosil di Gujarat, India. Peneliti memperkirakan Vasuki panjangnya antara 10,9 hingga 15,2 meter, meski ukuran pastinya belum dapat dipastikan.

Ahli paleontologi Debajit Datta dan Sunil Bajpai dari Indian Institute of Technology Roorkee mengidentifikasi spesies tersebut dari fosil di Tambang Lignit Panandhro di Kutch, Gujarat. Sisa-sisa tersebut berasal dari zaman Eosen Tengah sekitar 47 juta tahun yang lalu ketika iklim Bumi jauh lebih hangat dari saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti memeriksa 27 fosil vertebra, yaitu tulang-tulang individual yang membentuk tulang punggung ular. Banyak di antaranya terawetkan sangat baik dan beberapa tetap terhubung dalam susunan aslinya.

Meski tak ditemukan kerangka utuh, tulang punggung memberi petunjuk penting tentang proporsinya. Pengukurannya menempatkan Vasuki di antara ular terbesar yang pernah diidentifikasi. Panjangnya menyaingi Titanoboa, ular penghuni wilayah yang kini Kolombia sekitar 60 juta tahun lalu, yang diperkirakan mencapai panjang 13 meter.

ADVERTISEMENT

Namun dikutip detikINET dari Science Daily, peneliti memperingatkan perhitungan mereka mengandung ketidakpastian cukup besar. Metode berbeda dapat menghasilkan perkiraan yang jauh berbeda.

Meski ukurannya mengintimidasi, Vasuki kemungkinan bukan pemburu cepat. Tubuhnya dan struktur tulang belakang yang khas mungkin membuatnya bergerak relatif lambat. Ia mungkin lebih mengandalkan taktik penyergapan, menyerupai anaconda modern dan piton yang menaklukkan mangsa melalui lilitan.

Anatominya mengisyaratkan ular tersebut mungkin menghabiskan banyak waktu di darat atau di perairan dangkal yang berawa, alih-alih sepenuhnya di air. Lanskap purba di sekitar situs fosil memiliki lahan basah dan rawa yang dapat menyediakan habitat yang cocok untuk predator penyergap raksasa.

Iklim Hangat India Kuno

Penemuan ini juga memunculkan pertanyaan mengapa beberapa ular prasejarah bisa mencapai ukuran yang jauh melampaui spesies saat ini. Selama masa Eosen Tengah, wilayah tinggal Vasuki kondisi iklimnya tropis, dengan suhu rata-rata diperkirakan sekitar 28 derajat Celsius.

Ular sangat bergantung pada sumber panas eksternal untuk mengatur suhu tubuh. Lingkungan hangat dapat mendukung aktivitas, pencernaan, dan pertumbuhan reptil besar. Hal ini berpotensi menjelaskan mengapa ular-ular berukuran luar biasa besar muncul selama beberapa periode terhangat di Bumi.

Namun, suhu saja tidak menentukan seberapa besar seekor ular bisa tumbuh. Ketersediaan makanan, habitat, sejarah evolusi, dan faktor lingkungan lainnya turut memengaruhi ukuran tubuh.

Di luar ukurannya, Vasuki membuktikan adanya cabang evolusi ular purba. Spesies ini termasuk dalam Madtsoiidae, famili ular punah yang bertahan hidup kurang lebih 100 juta tahun, dari periode Kapur Akhir hingga Pleistosen Akhir. Anggotanya mendiami berbagai wilayah termasuk India, Afrika, Eropa, Amerika Selatan, dan Australia.

Berbeda dengan anaconda dan piton modern, Vasuki mewakili silsilah evolusi yang terpisah. Para peneliti menemukan kerabat terdekatnya meliputi Madtsoia pisdurensis, fosil ular dari India kuno, dan Gigantophis garstini, ular prasejarah besar lainnya dari Afrika Utara.

Hubungan ini mengindikasikan silsilah ular madtsoiid raksasa berasal dari anak benua India sebelum menyebar ke bagian lain dunia.



(fyk/fay)




Hide Ads