Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Punya 6 Mobil Mewah dan 1 Kapal
Penjual Software Bajakan Dihukum 7 Tahun Penjara
Punya 6 Mobil Mewah dan 1 Kapal

Penjual Software Bajakan Dihukum 7 Tahun Penjara


- detikInet

Jakarta - Seorang pemuda asal California dinyatakan bersalah dalam kasus pembajakan software. Akibatnya, pembajak tajir itu dijatuhi hukuman penjara 7 tahun 3 bulan dan wajib membayar ganti rugi US$ 5,4 juta atau sekitar Rp 49,6 Miliar (US$ 1 = Rp 9.190 Sumber: detikcom).Pemuda 26 tahun yang diketahui bernama Nathan Peterson itu terbukti telah menyalin dan menjual software bajakan Adobe, Macromedia dan Symantec. Demikian perusahaan software Autodesk menjelaskan dalam pernyataan resminya, yang dikutip detikINET dari betanews, Minggu (24/09/2006).Disinyalir, kerugian yang dialami perusahaan software akibat ulah Peterson itu diperkirakan mencapai US$ 7 juta hingga US$ 20 juta. Selain membayar ganti rugi, Peterson juga wajib menyerahkan semua aset hasil penjualannya termasuk mobil-mobil mewah, beberapa rumah dan sebuah kapal.Berkat usaha 'gelapnya' itu, Peterson hidup bergelimangan harta. Bayangkan saja, Peterson punya banyak mobil mewah yaitu: satu mobil Mercury Coupe 1949 yang dibeli seharga US$ 44.000, satu mobil Dodge Ram 2005, satu Chevrolet Corvette 2003, satu Toyota Camry 2004, satu Toyota Corolla 2005, dan satu Mercedes-Benz S-Class 2006 yang dibelinya seharga US$ 125.000.Mobil-mobil mewah hasil penjualan software bajakan itulah yang akan diserahkan. Semua aset mewah yang diperoleh Peterson itu tak lepas dari perusahaan iBackups yang dikelolanya. Melalui iBackups, Peterson menjual software salinan backup untuk para pemilik software asli.Peterson sendiri sudah dilaporkan oleh Asosiasi Industri Informasi Software pada 2003 ke Federal Beureau of Investigation (FBI). Dan Desember tahun lalu Peterson dinyatakan bersalah. Sedangkan hukumannya sendiri diputuskan pada 8 September lalu. Demikian Autodesk menjelaskan."Menurut pengakuan Peterson, sebagian besar software dijualnya ke konsumen individual meski ada beberapa diantaranya yang dijual ke perusahaan dan sekolah," ujar direktur Autodesk License Compliance Sandy Boulton. (dwn) (dwn/dwn)







Hide Ads