Meneg BUMN Surati Telkom Soal Tender Flexi
- detikInet
Jakarta -
Menteri Negara BUMN Sugiharto mengatakan telah mengirimkan surat kepada Direksi Telkom terkait tender pembangunan BTS yang batal. Untuk mencegah hal yang 'tidak-tidak'. Hal itu dikemukakan Sugiharto saat ditemui di Kantor Kementrian BUMN, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (30/08/2006). "Sebagai wujud sensitivity saya untuk mencegah adanya praktek yang non government maka logis saja itu," ujar Sugiharto. Sugiharto mengatakan siapapun boleh menulis surat kepada Telkom, apalagi karena ini menyangkut keputusan publik sebuah perusahaan publik. "Apalagi menteri yang punya kuasa 51 persen saham," tukasnya. Kementerian BUMN, ujar Sugiharto, tidak melakukan penyelidikan atas kasus ini. Pihaknya disebut hanya melakukan klarifikasi untuk mengetahui apakah betul terjadi penyimpangan.Kasus yang dimintai klarifikasinya adalah kasus tender pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) Telkom Flexi. Ketika itu telah digelar tender yang melibatkan ZTE, Huawei, dan Samsung. Dua peserta, Huawei dan Samsung, belakangan menyatakan mundur tanpa alasan yang jelas. Tender tersebut adalah untuk pendirian 1.000 menara BTS Telkom Flexi di wilayah Jadebotabek, Banten, dan Jawa Barat. Pembangunan BTS itu terkait rencana kepindahan Telkom Flexi di kawasan itu dari frekuensi 1.900 MHz ke 800 MHz. (wsh)
(wsh/)