Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dinilai Ingkar Janji, Dell Digugat ke Pengadilan

Dinilai Ingkar Janji, Dell Digugat ke Pengadilan


- detikInet

Jakarta - Produsen PC (komputer) Dell lagi-lagi dihadapkan pada kasus terkait laptopnya. Kali ini bukan kasus laptop terbakar, tapi karena Dell dinilai ingkar janji dan telah menipu konsumen. Nah lho!Dinilai tidak memenuhi janji promosi seperti yang tercetak di brosur penjualan dan pemesan, Dell 'diserang' para konsumennya di Cina. Iklan laptop Dell tercetak di brosur dianggap palsu.Oleh konsumennya di Cina, Dell bahkan dituduh telah melakukan tindak penipuan. Promosi yang ditawarkan Dell terkait spesifikasi laptopnya (seperti yang tercetak di brosurnya) diklaim tidak memenuhi janji promosi yang diinginkan.Merasa dirugikan, sebanyak 16 konsumen Dell di Cina melayangkan gugatan ke sebuah pengadilan di Shanghai. Isinya menyatakan bahwa Dell telah mempersenjatai laptopnya dengan chip yang kualitasnya lebih rendah, tidak sama seperti yang tercetak di brosur.Saat ini pihak pengadilan tengah memeriksa kasus ini. Demikian harian China Daily memaparkan.Lebih lanjut disebutkan, menurut para penggugat, Dell mempersenjatai laptopnya dengan chip Inter T2300E, padahal seharusnya (menurut brosur) memakai chip T2300 yang harganya lebih mahal. Chip tersebut (T2300-red), memungkinkan pengguna mengakses banyak sistem operasi sekaligus lewat proses yang dikenal dengan "virtualization", sedangkan T2300E tidak.Di bawah payung hukum, konsumen meminta Dell untuk mengembalikan uang mereka sebanyak dua kali lipat dari harga laptop. Dell juga diminta membayar semua biaya pengadilan serta mengeluarkan permintaan maaf resmi. Sebagai informasi, harga rata-rata laptop Dell berkisar US$ 1.000 atau kurang lebih Rp 9 jutaan (US$ 1 = Rp 9.077 Sumber: detikcom).Mengaku SalahMengenai kasus ini juru bicara Dell yang bermarkas di Beijing, Cina Sharon Zhang mengaku, Dell memang sudah membuat kesalahan."Kami mengakui bahwa ini merupakan kesalahan, tapi kesalahan ini tak disengaja. Kami sudah minta maaf atas ketidakenakan dan keselisihan faham, dan telah membuat pelanggan kebingungan," tutur Zhang kepada AFP, seperti dikutip detikINET, Senin (14/08/2006).Menurut Zhang, kebanyakan pelanggan puas dengan permintaan maaf ini. Dan banyak juga yang sudah meminta uang mereka dikembalikan. Kesalahan ini, masih menurut Zhang, terjadi sejak Dell mulai melakukan transisi chip di beberapa model laptopnya. Namun brosur penjualan dan pesanan tidak diperbarui dengan segera. Di lain sisi Zhang Min, orang yang pertama kali mengajukan kasus ini di Shanghai mengatakan, negoisasinya dengan Dell sia-sia belaka."Saya sudah berusaha bernegosiasi dengan Dell dan meminta mereka untuk mengganti CPU tersebut. Tapi menurut mereka tidak ada perbedaan antara kedua chip itu dan mereka tidak mungkin menggantinya," papar Zhang."Bahkan pengacara saya telah mengirimkan surat permintaan kompensasi namun Dell menolaknya. Jadi kami memutuskan untuk menuntut ke pengadilan," lanjut Zhang. Guo Zhongfang, salah satu pengacara kasus ini mengatakan, Dell dinilai telah menipu pelanggannya di Cina dan bisa dikenai denda sesuai hukum. (dwn) (dwn/)





Hide Ads