Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Aturan Soal Menara Bersama Diharap Ramah Bisnis

Aturan Soal Menara Bersama Diharap Ramah Bisnis


- detikInet

Jakarta - Pemerintah sedang melakukan konsultasi publik rancangan peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang Pedoman Pendirian Menara Telekomunikasi dan Penyiaran. Pasal 5 dan 6 dari rancangan tersebut mengatur mengenai pembangunan menara bersama. Seperti dikutip detikINET dari situs Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Jumat (11/08/2006), Pasal 5 rancangan itu mengatur agar pembangunan menara baru harus disiapkan menjadi menara bersama. Artinya, menara tersebut bisa digunakan bersama-sama oleh beberapa penyelenggara. Sedangkan Pasal 6 aturan itu mengatur agar menara yang sudah ada (existing) harus dijadikan menara bersama. Dengan syarat secara teknis hal itu memungkinkan. Ramah BisnisDirektur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Bambang Riadhy Oemar berharap aturan mengenai menara bersama itu bisa lebih ramah terhadap bisnis. Ia bahkan sempat mempertanyakan apa tujuan aturan menara bersama tersebut. "Jangan sampai aturan itu merusak tatanan atau kemampuan bisnis dari operator. Boleh-boleh saja mengatur, tapi bagaimana mengaturnya supaya tatanan bisnis dan competitive advantage dari operator itu tetap terjaga," ujar Bambang di kesempatan yang berbeda. Salah satu yang jadi perhatian Bambang adalah pembangunan menara, dalam hal ini menara Base Transceiver Station (BTS), di daerah terpencil. "Ketika di kota, operator yang sudah punya tower harus dikasih ke operator baru (Pasal 6-red). Tapi tidak ada yang menyebutkan kewajiban operator baru di daerah terpencil seperti apa," ia menjelaskan. Bambang juga khawatir adanya kewajiban membuat menara bersama justru membuat operator yang membangun menara itu kesulitan. Ia mencontohkan terhambatnya operator saat hendak menambah layanan. "Kalau kami mau menawarkan service baru, misal Wimax, masak kita sebagai yang punya tidak bisa menaruh karena ngasih ke orang lain, kan tidak lucu," tukasnya. Telkomsel, ujar Bambang, pada dasarnya setuju dengan kebijakan pemanfaatan menara secara optimal. "Mau tidak mau arahnya ke sana, tidak bisa kan satu lokasi 9 tower berdiri? Tapi, itu harus memenuhi faedah-faedah bisnis yang wajar," ia menambahkan. (wsh) (wsh/)





Hide Ads