Heboh Startup Bodong Terjual Rp 2,6 Triliun, Bukan Kasus Baru

Heboh Startup Bodong Terjual Rp 2,6 Triliun, Bukan Kasus Baru

ADVERTISEMENT

Heboh Startup Bodong Terjual Rp 2,6 Triliun, Bukan Kasus Baru

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 16 Jan 2023 20:40 WIB
Elizabeth Holmes
Elizabeth Holmes, pendiri startup yang dibui 11 tahun. Foto: Getty Images
Jakarta -

Dunia startup di Amerika Serikat sedang dilanda kehebohan terkait gugatan hukum bank JP Morgan Chase pada pendiri Frank, startup pembantu mahasiswa mendapatkan pinjaman. Hal semacam ini sudah pernah terjadi sebelumnya.

Frank didirikan oleh pebisnis muda perempuan bernama Charlie Javice. Ia membuatnya saat usianya pertengahan 20-an, pada tahun 2017. Terpikat pada prospeknya, JP Morgan membelinya senilai USD 175 juta atau Rp 2,6 triliun di 2021.

Belakangan, dikutip detikINET dari The Street, JP Morgan kaget lantaran sekitar 4 juta user di platform Frank diduga kuat palsu. Mereka mengeceknya dengan cara mengirim email, akan tetapi 75% terpental. Untuk itulah, mereka menggugat Janice dan eksekutif Frank lain ke ranah hukum.

Pengacara Janice sendiri menuding JP Morgan telah memutarbalikkan fakta. Jadi memang Janice belum bisa dikatakan bersalah sampai ada keputusan pengadilan, walau bukti JP Morgan kuat.

Nah, sebelumnya pernah terjadi kasus yang mirip. Pelakunya Elizabeth Holmes, yang baru-baru ini dibui. Sama dengan Janice, Holmes masih muda ketika mendirikan startup bernama Theranos.

Sama pula dengan Frank, Theranos menarik perhatian investor lantaran dinilai menghadirkan terobosan penting. Model bisnis Theranos adalah menjalankan uji darah dengan teknologi sendiri yang membutuhkan hanya sedikit sampel. Tes ini diklaim secara instan mendeteksi kondisi medis seperti kanker dan kolesterol tinggi.

Investor pun berdatangan lantaran dijanjikan bakal meraup keuntungan besar. Holmes pun menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika Serikat pada tahun 2014, berdasarkan perhitungan Forbes.

Theranos meraup pendanaan dari investor kakap seperti Draper Fisher Jurvetson dan Larry Ellison. Tak tanggung-tanggung, mereka mengumpulkan lebih dari USD 700 juta. Para konglomerat, dari Henry Kissinger sampai Rupert Murdoch, ikut berinvestasi di perusahaan tersebut.

Akan tetapi kemudian terbukti teknologi startup Theranos tidak mumpuni sehingga Elizabeth dijatuhi hukuman penjara lebih dari 11 tahun. Dia terbukti bersalah menipu investor mengenai efektifitas alat tes darah buatan perusahaannya.



Simak Video "CEO Frank yang Diduga Tipu JP Morgan Pernah Masuk '30 Under 30' Forbes"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT