Pendiri Startup Kaya Raya Ternyata Penipu Dibui 11 Tahun

Pendiri Startup Kaya Raya Ternyata Penipu Dibui 11 Tahun

ADVERTISEMENT

Pendiri Startup Kaya Raya Ternyata Penipu Dibui 11 Tahun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 20 Nov 2022 11:00 WIB
Siapa Elizabeth Holmes, perempuan miliarder termuda dunia yang divonis melakukan penipuan?
Elizabeth Holmes divonis 11 tahun penjara. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Elizabeth Holmes, pendiri startup Theranos yang pernah menjadi salah satu wanita terkaya di dunia, dijatuhi hukuman penjara lebih dari 11 tahun. Dia terbukti bersalah menipu investor mengenai efektifitas alat tes darah buatan perusahaannya.

"Saya merasakan kesedihan yang mendalam terhadap apa yang dilalui orang-orang karena kegagalan saya. Pada para investor dan pasien, saya minta maaf," cetusnya, dikutip detikINET dari CNBC.

Tim pengacara wanita berusia 38 tahun awalnya berargumen bahwa hukuman maksimal untuknya adalah 18 bulan. Akan tetapi hakim mengganjarnya 11 tahun 3 bulan di balik jeruji.

Model bisnis startup Theranos adalah menjalankan uji darah dengan teknologi sendiri yang membutuhkan hanya sedikit sampel. Tes ini diklaim Holmes dapat secara instan mendeteksi kondisi medis seperti kanker dan kolesterol tinggi.

Investor pun berdatangan lantaran dijanjikan bakal meraup keuntungan besar. Holmes pun menjadi salah satu wanita terkaya di Amerika Serikat pada tahun 2014, berdasarkan perhitungan Forbes.

Nama Holmes makin dikenal, ia banyak diliput media. Sering pula hadir di event bergengsi seperti TED Talk di mana ia sepanggung dengan Bill Clinton dan Jack Ma. Pihak luar banyak yang tertarik pada Theranos. Salah satunya retail Walgreens yang membuka pusat uji darah dengan teknologi Theranos.

"Saya tahu dia punya ide brilian ini dan dia berhasil meyakinkan semua investor dan ilmuwan ini," kata Dr. Jeffrey Flier, mantan dekan Sekolah Kedokteran Harvard, yang makan siang bersama Elizabeth Holmes pada 2015.

Pada Agustus 2015, lembaga pemerintah FDA akhirnya mulai menginvestigasi Theranos. Regulator pemerintah lantas menemukan uji darah yang dilakukan Theranos pada pasien tidak akurat.

Pada Oktober 2015, media berpengaruh Wall Street Journal mempublikasikan temuannya soal Theranos yang ternyata teknologinya meragukan. Berita ini memicu kejatuhan Theranos dan Holmes lebih dalam.

John Carreyrou, reporter Wall Street Journal, mengungkap bahwa mesin tes darah Theranos yang dinamakan Edison, tidak bisa memberikan hasil akurat. Oleh karenanya, Theranos rupanya memakai mesin yang sama saja dengan perusahaan tes darah tradisional lain, bukan teknologi sendiri.



Simak Video "Di Balik Badai PHK Bisnis Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT