Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
DPR Singgung Pergantian Dirut Telkom

DPR Singgung Pergantian Dirut Telkom


- detikInet

Jakarta - Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di DPR yang sedang membahas RUU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Rabu (28/6/2006), anggota Komisi I Ade Daud Nasution sempat melontarkan guyonan bernada sindiran pada Dirut Telkom Arwin Rasyid."Saya dengar kata rumor, tanggal 30 (Juni) Pak Arwin mau diganti, benar gak tuh pak? Ini rumor kan bisa ditanya kalau di DPR. Kalau saya sih ada orang kayak Pak Arwin, diperpanjang saja lah," sindir Ade Daud kepada Arwin.Seperti biasa, Arwin hanya bisa tersenyum mendengar guyonan nakal ala DPR itu. Dirinya pun tak memberikan komentar apa-apa mengenai isu pencopotan jabatannya. Telkom sendiri pada 30 Juni 2006 akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.Di kesempatan berbeda, Ketua Komite Nasional Telekomunikasi Indonesia (KNTI) Suryadi Azis berpendapat bila nantinya Arwin jadi diganti, Dirut Telkom mendatang harus memenuhi beberapa kriteria penting."Dirut Telkom harus mengerti seluk-beluk dunia telekomunikasi dan punya figur kepemimpinan yang berani mengubah pola defensif (bertahan-red) Telkom, menjadi offensif (menyerang-red)," ujarnya.Menurut Suryadi, Telkom terlalu mengandalkan pemasukan dari Telkomsel dan kurang berani mengembangkan inovasi baru dalam bidang telekomunikasi, yang berakibat kurang menggigitnya kinerja BUMN itu."Coba kalau Telkomsel dipisahin dari Telkom, bisa bangkrut tuh. Wong dua per tiga income-nya dari Telkomsel," selorohnya.Di bawah kepemimpinan Arwin, Telkom juga dianggapnya kurang bertenaga dalam mengembangkan layanan Flexi sehingga tergoyahkan dengan kehadiran layanan Esia dari Bakrie Telecom. Hegemoni layanan SLJJ (sambungan langsung jarak jauh) pun, menurut Suryadi, terancam dengan inovasi layanan Fren yang dikemas Mobile-8."Yang paling penting posisi Dirut nanti dipegang oleh orang yang punya nasional interest tinggi. Bisa mengembalikan kedigdayaan merah-putih di antara kepungan 12 operator yang mayoritas sahamnya dimiliki asing," tandasnya. (rou) (rou/)





Hide Ads