Menakar Mimpi Indonesia Punya 'Google' Sendiri

ADVERTISEMENT

Menakar Mimpi Indonesia Punya 'Google' Sendiri

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 08 Agu 2022 15:44 WIB
Menkominfo memberikan keterangan pes terkait pencabutan akses 15 sistem elektronik. Setelah diverifikasi ternyata platform tersebut adalah judi online.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Search engine populer di dunia didominasi Google. Apakah mungkin Indonesia mengembangkannya sendiri?

Menkominfo Johnny G Plate mengatakan banyak negara yang punya search engine sendiri. Mengembangkan sendiri adalah pekerjaan besar, namun patut demi tujuan independensi.

"AS, Tiongkok, Rusia, Prancis, punya masing masing. Namun kita tentu suatu saat nanti kalau bisa mempunyai search engine kan baik juga," kata Johnny di kantor Kominfo, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Dilansir CNBC Indonesia, Johnny mengatakan pemerintah belum menyiapkan mesin pencarian itu. Indonesia juga masih berfokus pada penanganan COVID-19.

Sebelumnya, netizen mengomentari mesin pencari karya lokal bernama Gatotkaca yang bisa diakses lewat https://gatotkaca.mooo.info. Namun tidak diketahui siapa pengembang aplikasi ini. Entah serius atau bercanda, mesin pencari ini tidak menjawab apa-apa selain animasi Gatotkaca berkata, "Ya ndak tahu, kok tanya saya."

Dalam kesempatan itu, Johnny menjelaskan perkembangan rencana pembuatan SuperApps pemerintah. 24.700 Aplikasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai tidak efisien. Nantinya, cukup ada 8-9 aplikasi yang terintegrasi.

"Yang saat ini sudah berfungsi dengan baik. Ya itu tidak perlu dirombak gitu. Itu tinggal diintegrasikan, misalnya di aplikasi keuangan, kementerian kesehatan, atau ada beberapa sekitar 8-10 aplikasi besar itu tinggal disatukan," jelasnya.

SuperApps itu sedang dipersiapkan, namun pelaksanaannya juga bergantung pada keuangan negara. Johnny mengatakan rencana tersebut dalam tahap menyusun anggaran.

"Sekarang ini kan sedang menyusun anggaran ini. Nanti saya sampaikan diminta tahunya anggarannya enggak ada," ungkap Johnny.

Selain itu, Johnny menyampaikan bahwa dari hasil laporan keuangan tahun 2021, Kementerian Kominfo mendapatkan wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 97,8% laporannya telah ditindaklanjuti dan sisanya akan diselesaikan.

"Kominfo dapat wajar tanpa pengecualian dengan 97,8% laporannya telah ditindaklanjuti masih tersisa 2,2% harus kita selesaikan," pungkas Johnny.



Simak Video "Menkominfo: 22 Menara Telekomunikasi di Borobudur Akan Ditata Ulang"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT