Aksi 'Lempar Botol Pipis' ke Kantor Kominfo Batal, Kenapa?

ADVERTISEMENT

Aksi 'Lempar Botol Pipis' ke Kantor Kominfo Batal, Kenapa?

Adi Fida Rahman - detikInet
Senin, 01 Agu 2022 15:08 WIB
Aksi lempar botol batal
Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta -

Rencana aksi lempar botol berisi air pipis ke Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang hendak dilakukan oleh kelompok bernama Blok Politik Pelajar batal dilakukan. Apa alasannya?

Dalam rilis yang diterima detikINET, Blok Politik Pelajar mengatakan sejumlah pertimbangan kenapa mereka membatalkan aksi tersebut. Mereka menyatakan Blok Politik Pelajar menghargai proses advokasi yang sedang dilakukan oleh Koalisi Advokasi Permenkominfo 5/2020. Kemudian mereka menyatakan tak tergabung dalam Koalisi itu.

"Blok Politik Pelajar menganggap bahwa tajuk atau tagar #BlokirKominfo milik dan/atau dapat digunakan oleh Publik tanpa persetujuan dan izin pihak manapun untuk dapat menuangkan ekspresinya atas tindakan pemblokiran yang dilakukan Kemkominfo, namun belakangan diketahui berdasarkan rilis Koalisi Advokasi Permenkominfo 5/2020 pada 31 Juli 2022 bahwa #BlokirKominfo milik dan/atau bertautan dengan kerja-kerja advokasi yang dilakukan Koalisi tersebut sehingga memunculkan tudingan oleh Koalisi Advokasi Permenkominfo 5/2020 bahwa aksi yang diinisiasi oleh Blok Politik Pelajar dan Warganet di Facebook dengan menggunakan #BlokirKominfo merupakan tindakan provokatif dan kontra produktif terhadap proses advokasi yang berlangsung," sebut mereka.

"Berdasarkan rekam jejak kegagalan NGO/LSM yang kerap ditipu mentah-mentah oleh Kekuasaan serta menghindari tudingan seperti yang dimaksudkan dalam poin tiga di atas, kami lebih baik memutuskan untuk mengurungkan aksi ini daripada dilihat sebagai "penyulut" kegagalan advokasi di kemudian hari. Diketahui juga bahwa akan ada pertemuan audiensi antara Koalisi Advokasi Permenkominfo 5/2020 dengan Kemkominfo dalam waktu dekat sehingga aksi ini dipandang akan mengganggu ketertiban proses tersebut," tambah mereka.

Mereka melanjutkan bahwa merujuk rilis Koalisi pada 31 Juli 2022, penilaian bahwa tindakan melempar botol pipis ke Kemkominfo sebagai perbuatan kekerasan dan nir-kemanusiaan tidak tepat. Pertama, tindakan ini ditujukan kepada instansi dan dilakukan terhadap benda mati (gedung/perkantoran). Kedua, tindakan melempar botol pipis ke Kantor Kemkominfo juga bukan merupakan tindakan kekerasan terhadap manusia.

"Perwakilan Blok Politik Pelajar tetap akan bertanggung jawab atas situasi di lokasi dengan tetap hadir di lokasi. Kami juga menyebarkan informasi ini kepada Publik yang tidak mengetahui informasi terbaru dan telah hadir di lokasi, serta upaya menghindari adanya penangkapan oleh Kepolisian. Kita perlu berhati-hati juga terhadap tindakan menormalisasi keadaan dan membatasi kemarahan Publik terhadap Kekuasaan yang kian lalim dengan tuduhan provokasi yang disematkan oleh mereka yang merasa tuntutannya telah diakomodasi," pungkas mereka.

Sebelumnya diberitakan ajakan pelemparan botol berisi pipis ke Kantor Kominfo dibuat oleh kelompok bernama Blok Politik Pelajar. Ajakan aksi tersebut sudah disebar lewat akun Instagramnya @blokpolitikpelajar.

Rencananya, aksi pelemparan botol berisi pipis ke Kantor Kominfo akan digelar Senin (1/8/2022) pukul 14.00 WIB. "Siapapun yang kesal atas pemblokiran ini Anda dapat hadir dan mel****rkan botol p*p*s," tulis Blok Politik Pelajar.



Simak Video "Aksi Lempar Botol Pipis ke Kantor Kominfo Batal Digelar, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT