Nasib Google, Facebook, WhatsApp yang Belum Kunjung Daftar PSE

ADVERTISEMENT

Nasib Google, Facebook, WhatsApp yang Belum Kunjung Daftar PSE

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 19 Jul 2022 13:19 WIB
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan nasib Google, Facebook, hingga WhatsApp yang sampai saat ini belum mendaftarkan diri sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

PSE baik perusahaan lokal maupun dari luar negeri, apabila mereka menyediakan layanan secara digital, maka diwajibkan untuk mendaftar sebagai PSE Lingkup Privat ke Kominfo. Adapun batas waktu pendaftaran hingga 20 Juli 2022.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan tidak ada lagi perpanjangan pendaftaran PSE, di mana artinya besok merupakan batas akhir. Untuk Google, rupanya sedang dalam proses.

"Harusnya (pendaftaran PSE Google) dalam proses, karena sekarang masih ada waktu, yang sudah terdaftar itu baru Google Cloud, artinya ini masalah input data saja karena layanan mereka banyak," ujar Semuel di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Sementara itu, layanan di bawah naungan grup Meta, mulai dari Facebook, WhatsApp, Instagram, maupun Messenger, belum satu pun terdaftar sebagai PSE Lingkup Privat di Kominfo. Infonya, sedang dalam proses pendaftaran.

"Saya belum tahu, tetapi kemarin saya dengar mereka sedang dalam proses mendaftar," ucap mantan Ketua APJII ini.

Lebih lanjut, Semuel menjelaskan pendaftaran PSE ini dimaksudkan sebagai pendataan perusahaan yang beroperasi secara digital di Indonesia.

"Ini hanya pendataan, supaya kita tahu siapa saja yang beroperasi secara digital di Indonesia. Saya rasa ini tidak hanya di Indonesia saja, negara lain punya metode masing-masing, tetapi Indonesia modelnya pendaftaran," ungkapnya.

Apabila PSE belum mendaftar sampai batas waktu yang ditentukan, misalnya melawati tanggal 20 Juli atau sudah memasuki 21 Juli, Kominfo memastikan tidak langsung memblokir PSE tersebut.

"Ada sanksi administratif, itu ada tingkatannya, mulai dari teguran, denda administratif, lalu pemblokiran," kata Semuel.

Sampai detik ini, jumlah PSE domestik maupun PSE asing sudah mulai banyak mendaftar. PSE domestik berjumlah 6.338, antara lain ada Gojek, Gopay, Ovo, MyPertamina, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, Tiket, Bibit, Livin 2.0 by Bank Mandiri, Shopee, hingga Olx.

Kemudian, PSE asing totalnya ada 120, terbaru yang terdaftar ada Netflix, Microsoft Cloud, Google Cloud, Discord, Genshin Impact, Telegram, Mi Chat, Spotify, Tiktok, Mobile Legends: Bang Bang, Mobile Legends: Adventure, Ragnarok X: Next Generation, SharetIt, CloneIt, sampai Linktree.

(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT