Mengenal Apa Itu TV Analog dan Kenapa Harus Beralih ke TV Digital?

Mengenal Apa Itu TV Analog dan Kenapa Harus Beralih ke TV Digital?

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 11 Mei 2022 22:05 WIB
TV Analog
Mengenal Apa Itu TV Analog dan Kenapa Harus Beralih ke TV Digital?. Foto: @jcomp via freepik
Jakarta -

Siaran TV analog tengah dalam proses dimatikan secara bertahap yang nantinya dialihkan sepenuhnya ke siaran TV digital. Apa itu TV analog dan kenapa pindah ke TV digital?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beserta para stasiun televisi yang ditetapkan sebagai penyelenggara multipleksing (mux) telah menerapkan penghentian siaran TV analog atau dikenal Analog Switch Off (ASO) pada 30 April 2022.

Apabila merujuk pada aturan perundangan-undangan yang telah ditetapkan, Migrasi TV analog ke digital ini batas akhirnya harus selesai pada 2 November 2022.

Apa Itu TV Analog?

Secara bentuknya, TV analog ini identik dengan bentuk tabung yang ukurannya besar. Namun, ada juga TV layar datar (LCD/LED) yang masih menangkap siaran analog, meski sudah ramping.

TV analog adalah televisi yang terbatas menerima sinyal antena UHF yang masih berbentuk analog. Sinyal ini rentan mengalami noise, gangguan, dan distorsi. Sementara bedanya TV digital adalah dapat memproses baik dari sinyal digital maupun analog.

Bahkan, Kominfo menyebutkan bahwa siaran TV analog ini boros, di mana satu stasiun televisi bisa menempati satu frekuensi yang padahal kalau siaran digital bisa digunakan 6-12 stasiun televisi.

"Kenapa harus migrasi? Indonesia bisa dibilang terlambat dibanding negara lain, negara di Eropa dan Timur Tengah itu sudah selesai digitalisasi penyiaran sejak satu dekade lalu. Di ASEAN, Malaysia dan Singapura sudah melakukan ASO pada 2019, lalu Thailand dan Vietnam selesai pada 2020," tutur Dirjen IKP Kementerian Kominfo, Usman Kansong.

Sedangkan siaran TV digital menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi yang akan menghadirkan kualitas gambar bersih, suara jernih, dan teknologi canggih yang menyertainya.

Close-up of a remote control sitting on a couch in an empty modern living room.Close-up of a remote control sitting on a couch in an empty modern living room. Foto: Getty Images/Melissa Ross


Kenapa Pindah ke Siaran TV Digital?

Kominfo menyebutkan siaran televisi analog telah mengudara di Indonesia selama 60 tahun lamanya. Dengan semakin berkembangnya teknologi, siaran TV analog dinilai sudah usang dan perlu beralih.

Sejumlah manfaat dapat dirasakan masyarakat ketika menikmati siaran TV digital, mulai dari kualitas gambar bersih dari semut, suara jernih, teknologi canggih dengan adanya fitur sistem peringatan dini bencana alam, fitur parental lock, fitur electronic program guide dan tentunya masih gratis.

Adapun dari sisi industri, penghentian siaran TV analog ini akan memberikan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi 700 MHz. Kominfo menyebutkan ada penghematan sebesar 112 MHz yang itu bisa dipakai untuk teknologi terkini, salah satunya penggelaran 5G yang saat ini baru berkembang di Indonesia.

Kendati begitu, TV analog kalian jangan dibuang. Sebab masih bisa dimanfaatkan dan menangkap siaran TV digital dengan bantuan set top box (STB) yang harganya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribuan.

Berikut tahapan penghentian siaran TV analog beralih ke TV digital

Tahap 1: 30 April 2022 mencakup 56 wilayah dengan jumlah 166 kabupaten/kota
Tahap 2: 25 Agustus 2022 mencakup 31 wilayah dengan jumlah 110 kabupaten/kota
Tahap 3: 2 November 2022 mencakup 25 wilayah dengan jumlah 63



Simak Video "TV Analog Disetop, Ini Daftar 25 STB Penunjang Siaran TV Digital "
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)