Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Oleh Konsumennya, Asus Diperas US$5 Juta

Oleh Konsumennya, Asus Diperas US$5 Juta


- detikInet

Beijing, Cina - Seorang konsumen Asus yang kecewa dengan produk yang dibeli meminta uang 'tutup mulut' sebesar US$5 juta. Bila tidak, ia mengancam untuk menyebarkan 'kecacatan' produk itu ke media massa. Waduh! Pemerasan pada produsen hardware asal Taiwan, Asustek Computer itu terjadi di Beijing, Cina. Pemerasan dilakukan oleh pasangan yang tidak disebutkan namanya. Berawal dari seorang wanita yang membeli notebook Asus seharga US$2480. Tiga hari kemudian, dirinya dan seorang pria melancarkan komplain mengenai ketidak-stabilan notebook yang tidak disebutkan serinya itu. Menanggapi hal tersebut, teknisi Asus kontan memperbaiki dan segera mengembalikan notebook itu kepada pemiliknya.Tidak puas sampai di situ, sang pembeli yang kecewa kembali untuk kedua kalinya ke pusat support Asus. Kali ini, mereka mengklaim bahwa notebook tersebut diketahui menggunakan Central Processing Unit (CPU) 'abal-abal', yang merupakan barang sample yang banyak digunakan di pasar gelap.Pendek kata, Asus dituding menjual produk yang tidak layak untuk dijual ke konsumen.Terkait hal tersebut, sang konsumen yang kecewa menuntut uang sebesar US$5 juta. Uang itu sebagai pelancat agar kecacatan ini tidak mereka sebarkan ke media. Dilain sisi, Asus mengklaim dirinya tidak pernah menjual produk dengan komponen tidak layak seperti yang ditudingkan penuntut. Demi mencari kebenaran, pihak Asus dibantu oleh kepolisian setempat melakukan investigasi untuk menguak kesalahpahaman yang terjadi. Dari hasil penemuan tersebut, Asus mendapati beberapa CPU original bermerek Intel yang dijual oleh individu dengan nama pribadi di Internet. CPU tersebut disinyalir merupakan CPU yang digunakan Asus pada sebagaian notebook-nya. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa notebook 'tidak layak jual' yang diklaim konsumen itu merupakan hasil rekayasa. Pihak kepolisian Beijing dan Asus menduga bahwa permintaan uang sebesar US$5 juta tersebut merupakan aksi pemerasan konsumen. Kini kedua penuntut yang kemudian menjadi tersangka, telah ditahan oleh kepolisian Beijing. Demikian TechWeb melansir dan dikutip detikINET, Minggu (21/05/2006). (amz)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.) (rou/)




Hide Ads