Atas Nama Keamanan Negara
Rusia 'Usir' Software Microsoft?
- detikInet
Rusia -
Sekelompok anggota dewan yang berpengaruh di Rusia, telah berhasil mempengaruhi lembaga legislatif untuk membahas kemungkinan adanya pembatasan atau bahkan penghentian penggunaan piranti lunak (software) impor, di berbagai fasilitas militer ataupun institusi pemerintahan strategis lainnya.Bahkan kini pihak legislatif telah membentuk tim bersama dengan para pengembang piranti lunak dalam negeri Rusia. Tujuan tim tersebut adalah untuk menghentikan penggunaan piranti lunak impor, khususnya yang buatan Amerika. Selain menuduh bahwa eksekutif (pemerintah) Rusia "kecanduan" teknologi impor, dikuatirkan pula bahwa penggunaan piranti lunak impor tersebut akan membuat Rusia menjadi rentan atas kegiatan mata-mata dan sabotase.Hal tersebut ditegaskan oleh anggota Majelis Parlemen Rendah Rusia (DUMA), Gennady Gudkov dan Alexander Khinshtein dari partai Rusia Bersatu, partai utama yang pro-Kremlin.PenyuapanSalah satu upaya yang tengah dilakukan oleh anggota dewan tersebut adalah segera mengamandemen undang-undang tentang keamanan informasi Rusia. Gudkov, yang juga anggota komite keamanan negara di DUMA, menegaskan bahwa, "kami tidak ingin membangun tirai besi untuk piranti lunak buatan barat. Tujuan kami adalah menentang adanya kelompok di Rusia yang secara kuat melobi (pemerintah) untuk mengimpor produk TI asing," tegasnya.Menurutnya dependensi Rusia atas produk piranti lunak impor akan mengurangi resiko keamanan dalam negeri sekaligus meminimalisir adanya penyuapan di dalam lembaga pemerintahan di Rusia terkait dengan pengadaan piranti lunak tersebut.Gudkov menyatakan pula bahwa saat ini lebih dari 90% piranti lunak yang digunakan oleh pemerintah Rusia adalah impor. Setiap tahunnya Rusia harus mengeluarkan dana sekitar US$ 12 miliar untuk pengadaan produk TI impor. Demikian lansir CNS News, dikutip detikINET, Selasa (16/5/2006).Mata-MataAdapun Khinshtein bahkan secara blak-blakan menyatakan bahwa nyaris tidak mungkin memastikan bahwa perusahaan asing tak memasang kode tertentu di piranti lunak buatannya untuk mengekstrak informasi sensitif dari penggunanya."Bodohlah jika berharap bahwa agen sekuriti asing, yang juga berasal dari negara industri piranti lunak besar, tidak akan menggunakan celah pada produk TI-nya untuk memata-matai Russia," ujarnya.Dalam proposal amandemen yang diajukan oleh Partai Rusia Bersatu tersebut, salah satu pasalnya adalah menegaskan bahwa terhitung satu tahun sejak amandemen itu nanti jadi diberlakukan, lembaga pemerintahan dilarang menggunakan produk TI buatan asing jika ternyata di pasaran ada produk lokal yang setara fungsinya.Proposal tersebut tampaknya memiliki kesempatan yang kuat untuk disetujui oleh DUMA. Mengingat bahwa Partai Rusia Bersatu memiliki kedudukan yang dominan di dalam parlemen Rusia, dengan jumlah suara yang cukup untuk menggolkan sebuah amandemen konstitusi.MicrosoftPara analis dan media memperkirakan piranti lunak Amerika-lah yang menjadi target utama proposal amandemen tersebut. Bahkan sebuah harian liberal setempat, Nyezavisimaya Gazeta, menuliskan bahwa partai (Rusia Bersatu) telah menyatakan "perang" dengan produk Microsoft.Adapun harian Moscow Times secara berimbang mengutip pernyataan Microsoft bahwa Rusia adalah negara pertama yang bergabung dalam program keamanan pemerintah pada 2002 lalu. Program tersebut memungkinkan agen pemerintah memeriksa kode program pada seluruh produk Microsoft untuk memastikan bahwa tidak ada kode yang berbahaya bagi keamanan informasi.Di sisi lain, proposal amandemen tersebut juga dipercaya akan dapat meningkatkan transaksi perdagangan industri TI lokal Rusia. Ajakan untuk membatasi atau menghentikan penggunaan piranti lunak impor waktunya sejalan dengan upaya Rusia meningkatkan ekspor produk TI nasionalnya. (dbu)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.)
(dbu/)