Siap-siap! Pemerataan 5G di Indonesia Bisa Lebih Ngebut dari 4G

ADVERTISEMENT

Siap-siap! Pemerataan 5G di Indonesia Bisa Lebih Ngebut dari 4G

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 08 Feb 2022 17:20 WIB
5g
Foto: 5g (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan pemerataan akses internet 5G akan lebih cepat daripada 4G di Indonesia.

Implementasi 5G bisa melampaui saat penggelaran 4G yang butuh 6-7 tahun penggelarannya, kalau implementasi jaringan seluler generasi kelima itu tepat waktu dan sasaran. Adapun, Kominfo memperkirakan kalau implementasi 5G bisa mulai merata di Indonesia pada 2025 apabila kunci di atas dilakukan.

Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo, Ismail mengatakan bahwa jaringan telekomunikasi berbasis 5G merupakan evolusi teknologi dan menjadi sebuah keniscayaan. Ketika sedang gencar-gencarnya transformasi digital, kebutuhan akan 5G akan semakin tidak terbendung.

"Perkembangan teknologi, apalagi yang sudah bersifat global seperti 5G tentu akan hadir ke semua negara termasuk di Indonesia. Posisi kita juga sangat jelas bahwa 5G adalah salah satu alternatif solusi untuk meng-enhance dan mempercepat proses transformasi digital di Indonesia," tuturnya dalam siaran pers, Selasa (8/2/2022).

Dibandingkan generasi teknologi seluler sebelumnya, Ismail menilai perkembangan 5G memberikan nuansa yang berbeda. Ia menyontohkan ketika Indonesia bermigrasi dari teknologi 3G ke 4G, sebagian besar isu hanya persoalan kecepatan. Selain kecepatan data, 5G memiliki latensi yang sangat rendah.

"Jadi, isu kita yang paling dominan ketika kita berpindah dari 3G ke 4G itu adalah melakukan peningkatan user experience, meningkatkan kecepatan transformasi informasi data atau koneksi melalui internet menggunakan teknologi mobile broadband. Tapi, perkembangan dari 4G ke 5G agak berbeda, karena 5G memberikan nuansa yang lebih luas dari sekadar masalah user experience," jelasnya.

Kemampuan 5G yang mampu menghubungkan perangkat dalam jumlah sangat banyak menjadi lebih luas dari sekedar persoalan user experience. Di sini, ada persoalan atau potensi yang ada dalam hal ini adalah untuk memanfaatkan kemampuan latensi yang rendah.

Manfaat lain teknologi 5G yang telah menjadi isu saat ini adalah penggunaan Virtual Reality dan Augmented Reality yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk Metaverse. Perkembangan teknologi baru itu menyesuaikan dengan perkembangan 5G. Menurut Dirjen SDPPI implementasi 5G di Indonesia harus dipersiapkan dengan baik.

"Oleh karena itu, ini membuat pilihan-pilihan use case dalam 5G menjadi sangat beragam. Jadi, ada pilihan untuk smart city misalnya, yang memberikan kemampuan untuk meng-handle device dengan sangat luas atau misalnya autonomous vehicle. Kita bisa memberikan layanan-layanan baru yang kritikal terhadap waktu, terhadap delay time dan mobil tanpa supir, tanpa awak dan sebagainya," papar Dirjen Ismail.

"5G di Indonesia ini memang merupakan salah satu alternatif teknologi yang perlu kita persiapkan dengan baik. Kita tidak ingin datang atau mengimplementasikan 5G pada saat kondisi negara kita belum siap, tapi kita juga tidak ingin tertinggal dari penerapan 5G secara meluas yang sudah dikembangkan dan diimplementasikan di banyak negara maju," jelasnya.



Simak Video "Menara 5G Dilaporkan Ganggu Penerbangan Pesawat di AS!"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT