China Larang Platform Musik Bikin Deal Hak Cipta Eksklusif

China Larang Platform Musik Bikin Deal Hak Cipta Eksklusif

Josina - detikInet
Selasa, 11 Jan 2022 20:46 WIB
spotify
Foto: Unspslah/Sara Kurfess
Jakarta -

Otoritas Hak Cipta di China telah mengumumkan bahwa untuk platform musik digital tidak lagi diizinkan untuk menandatangani kesepakatan hak cipta eksklusif, terlepas dari pengecualian tertentu.

Langkah tersebut merupakan upaya terbaru dari Beijing untuk menindak perusahaan-perusahaan digital. Menurut laporan Reuters, Badan Hak Cipta Nasional China (NCAC) membagikan perintah tersebut pada hari Kamis lalu selama pertemuan di Beijing.

Khususnya dalam pertemuan tersebut mencakup beberapa platform musik digital utama bersama dengan perusahaan rekaman dan penulisan lagu lainnya yang berbasis hak cipta. Langkah dari otoritas hak cipta adalah upaya terbaru regulator China dalam menindak industri teknologi negara.

Langkah-langkah dari pemerintah China berusaha untuk mengatasi isu-isu yang berkembang seperti perilaku monopoli, persaingan tidak sehat dan hak-hak konsumen, yang juga telah banyak diperdebatkan di kawasan barat seperti Eropa.

Baru tahun lalu, Tencent Holdings mengumumkan bahwa mereka telah mengakhiri semua kesepakatan hak cipta musik eksklusif mengikuti perintah dari regulator China. Intervensi dari pihak berwenang muncul karena Tencent dilaporkan memegang akses ke lebih dari 80% perpustakaan musik eksklusif.

Dengan kata lain, ia memegang monopoli hampir lengkap di pasar dan dapat memanfaatkan pihak hak cipta hulu untuk membatasi masuknya pemain baru di pasar.

Sayangnya, tidak diketahui perusahaan mana yang terlibat dalam pertemuan baru-baru ini, meskipun merek terkenal seperti Xiaomi, China Mobile, dan bahkan Netease memiliki layanan streaming populer di negara Asia karena layanan streaming global seperti Spotify dilarang di Tiongkok Daratan.

"Pembicaraan menekankan bahwa perusahaan rekaman, perusahaan hak cipta lagu dan platform musik digital harus menyelesaikan pembayaran sesuai dengan jumlah yang dijamin ditambah bagian dari penggunaan aktual, dan tidak boleh menandatangani perjanjian hak cipta eksklusif kecuali dalam keadaan khusus," jelas NCAC seperti dikutip detiKINET dari Gizmochina, Selasa (11/1/2022).



Simak Video "China Sukses Luncurkan 3 Satelit Baru ke Orbit"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)