Alasan Indonesia Harus Beralih dari Siaran TV Analog ke TV Digital

Alasan Indonesia Harus Beralih dari Siaran TV Analog ke TV Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 22 Nov 2021 16:41 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 29: A woman watches Olympics games on televisions at an electronics retail store on July 29, 2021 in Tokyo, Japan. Fans have been barred from most Olympic events due to the Covid-19 pandemic, which also caused the Games yearlong postponement. (Photo by Yuichi Yamazaki/Getty Images)
Alasan Indonesia Harus Beralih dari Siaran TV Analog ke TV Digital. Foto: Getty Images/Yuichi Yamazaki
Jakarta -

Indonesia harus beralih dari siaran TV analog ke TV digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan alasan mengapa harus migrasi TV analog ke digital.

Kominfo mengungkapkan bahwa seluruh negara sudah mulai beralih penyiarannya ke digital. Indonesia juga harus mengikuti tren tersebut.

"Di dunia itu sudah pada pindah semua. Untuk keberlanjutan penyiaran itu harus pindah ke digital, karena namanya perangkat-perangkat analog itu tidak akan diproduksi lagi," ujar Analisis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Layanan Televisi, Direktorat Penyiaran Kominfo, Sukamto dalam webinar Analog Switch Off (ASO).

"Oleh sebab itu, jangan sampai kita ini menjadi sampah teknologi. Kalau tidak ada komponen yang dibeli, kita kanibal, kanibal itu susah yang jadi terganggu. Mau nggak mau harus beralih," sambungnya.

Semula suntik mati TV analog akan dilakukan pada 17 Agustus. Hanya saja persoalan pandemi COVID-19 hingga kurangnya sosialisasi kebijakan tersebut ditunda.

Penghentian siaran TV analog dilakukan mulai 30 April 2022. Proses migrasi TV analog ke digital tersebut ditargetkan rampung seluruhnya pada 2 November 2022.

Meski beralih ke TV digital, masyarakat tetap merasakan layanan televisi gratis seperti di era TV analog hanya saja menggunakan bantuan set top box. Siaran TV digital adalah format penyiaran baru yang memungkinkan pemirsa menerima sinyal video dan audio berkualitas lebih tinggi daripada TV analog konvensional.

Perbedaan tersebut mempengaruhi kualitas gambar dan suara antara TV digital dengan TV analog. Tak hanya memberikan manfaat berupa siaran televisi lebih jernih, bersih, dan canggih, frekuensi yang dipakai siaran TV analog nantinya bisa dipakai untuk layanan 5G.

Di sisi lain, Kominfo beserta penyelenggara multipleksing (mux) akan membagikan set top box gratis TV digital kepada keluarga miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Sebanyak 6,7 juta set top box gratis TV digital akan disalurkan kepada penerima bantuan.



Simak Video "Kemkominfo Mulai Migrasi dari Analog ke TV Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)