Orang Terkaya Dunia Gugat NASA Gegara Kasih Kontrak Elon Musk

Orang Terkaya Dunia Gugat NASA Gegara Kasih Kontrak Elon Musk

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 18 Agu 2021 05:45 WIB
Jakarta -

Blue Origin, perusahaan besutan orang terkaya dunia Jeff Bezos, melayangkan gugatan kepaada NASA. Gugatan ini merupakan kelanjutan dari protes Blue Origin yang masih tidak menerima keputusan NASA memberikan kontrak untuk sistem pendaratan ke Bulan kepada SpaceX yang digawangi Elon Musk.

Gugatan tersebut dilayangkan di pengadilan federal Amerika Serikat pada Senin (16/8). Dalam gugatan yang disegel tersebut, Blue Origin berargumen bahwa proses evaluasi proposal NASA melanggar hukum dan tidak tepat.

"Blue Origin mengajukan gugatan di U.S. Court of Federal Claims dalam upaya untuk memperbaiki kekurangan dalam proses akuisisi di Human Landing System NASA," kata juru bicara Blue Origin, seperti dikutip dari TechCrunch, Rabu (18/8/2021).

"Kami sangat percaya bahwa masalah yang ditemukan dalam pengadaan ini dan hasilnya harus ditangani untuk mengembalikan keadilan, menciptakan persaingan, dan memastikan kembalinya Amerika Serikat ke Bulan dengan aman," sambungnya.

Human Landing System (HLS) merupakan bagian penting dari misi Artemis NASA yang berencana mendaratkan astronaut di Bulan pada tahun 2024. HLS sendiri merupakan sistem lander yang akan mendaratkan astronaut di permukaan Bulan.

Pada bulan April, NASA memberikan kontrak HLS kepada SpaceX sebesar USD 2,9 miliar. NASA awalnya ingin memberikan kontrak kepada dua perusahaan, tapi budget mereka dipotong oleh Kongres AS sehingga akhirnya hanya dipilih satu perusahaan.

Beberapa minggu kemudian, Blue Origin dan Dynetics, perusahaan ketiga yang bersaing mendapatkan kontrak HLS, melayangkan protes terpisah kepada Government Accountability Office (GAO). Keduanya berargumen bahwa NASA seharusnya memberikan kontrak kepada dua perusahaan.

GAO kemudian membela keputusan NASA dan mengatakan bahwa keputusan itu sudah adil serta badan antariksa AS tersebut berhak memberikan beberapa kontrak, satu kontrak, atau tidak sama sekali.

Saat GAO mengumumkan keputusannya, sepertinya sudah jelas bahwa SpaceX menang dan Blue Origin kalah. Tapi gugatan ini menunjukkan bahwa Blue Origin belum menyerah mengejar kontrak tersebut.

Selaku pendiri Blue Origin, Jeff Bezos bahkan sampai menawarkan USD 2 miliar atau lebih dari Rp 28 triliun kepada NASA jika mereka memberikan kontrak itu kepada perusahaannya.

Blue Origin juga mengkritik sistem roket Starship buatan SpaceX yang akan membawa astronaut ke Bulan lewat sebuah infografis yang diunggah di situsnya. Dalam infografis tersebut, Blue Origin menyebut Starship sebagai sistem yang terlalu rumit dan berisiko tinggi. Dengan gugatan ini, perseteruan Jeff Bezos dan Elon Musk memasuki babak baru setelah saling sindir.

(vmp/vmp)