TV Analog Dimatikan, Ini Mekanisme Distribusi Set Top Box Gratis

TV Analog Dimatikan, Ini Mekanisme Distribusi Set Top Box Gratis

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 31 Jul 2021 16:00 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09: The DISH Hopper HD DVR system, including a pair of companion Joey set-top boxes, are displayed during a press event at The Venetian for the 2012 International Consumer Electronics Show (CES) January 9, 2012 in Las Vegas, Nevada. The unit comes with a 2 TB hard drive and can record up to six TV shows at once and can display up to four different shows in four different rooms in a home at the same time. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs from January 10-13 and is expected to feature 2,700 exhibitors showing off their latest products and services to about 140,000 attendees.   Ethan Miller/Getty Images/AFP (Photo by Ethan Miller / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Ilustrasi Set Top Box (STB) Foto: Getty Images via AFP/ETHAN MILLER
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menyiapkan Keputusan Menteri Kominfo yang isinya mengenai penyaluran perangkat Set Top Box (STB) bagi keluarga miskin.

STB tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan siaran TV digital, ketika TV yang mereka miliki masih berbentuk tabung atau TV analog.

"Unit Set Top Box (STB) akan disalurkan secara gratis ke rumah tangga kurang mampu yang masih menggunakan TV analog," ujar Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi kepada detikINET.

"Penyaluran akan dilakukan sesuai Keputusan Menteri Kominfo yang saat ini masih finalisasi. Informasi mengenai distribusi dan target penerima juga akan secara rinci ditetapkan di dalam Keputusan Menteri Kominfo tersebut," kata Dedy menambahkan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telematika, dan Penyiaran (Postelsiar) di Pasal 85 disebutkan bahwa pemerintah akan membantu penyediaan alat bantu penerimaan siaran TV digital berupa Set Top Box kepada rumah tangga miskin.

Penyediaan alat bantu tersebut berasal dari komitmen penyelenggara multipleksing. Jika penyediaan STB tidak mencukupi, maka dapat menggunakan APBN atau lainnya.

"Jadi, pemerintah akan menutupi kekurangannya dari penyelenggara multipleksing," ucap Direktur Pengembangan Pita Lebar Kominfo Marvels Situmorang beberapa waktu lalu.

Siapa yang mendapatkan bantuan Set Top Box dampak dari migrasi TV analog ke digital atau dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) ini?

"Yaitu, rumah tangga miskin yang kriterianya ini Kominfo mengambil dari data Kementerian Sosial atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penerima bantuan ini juga berada di wilayah yang cakupan wilayah siaran TV digital teresterial," tuturnya.

Distribusi Set Top Box dilaksanakan oleh operator Mux:

  1. Kominfo menyampaikan data rumah tangga miskin penerima STB kepada operator Mux sesuai kuota yang telah ditetapkan di setiap wilayah layanan tahapan ASO.
  2. Operator Mux melakukan distribusi STB kepada rumah tangga miskin sesuai data yang telah diterima dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta pihak-pihak terkait.
  3. Pemerintah akan melakukan pendampingan pendistribusian STB ke rumah tangga sasaran.

Saat ini Tahap 1 ini migrasi TV digital ke analog atau Analog Switch Off (ASO) sedang dimulai. Suntik mati TV analog Tahap 1 dengan target selesai pada 17 Agustus 2021.

Sedangkan di Tahap 2 diharapkan dalam selesai pada 31 Desember 2021. Pada Tahap 2 ini terdapat 44 kabupaten/kota di 20 wilayah yang akan terdampak suntik mati TV analog. Sementara sisanya dilakukan pada tahun 2022.

Ini lima tahap migrasi TV analog ke digital:

  • Tahap 1 diterapkan pada 17 Agustus 2021. Yang akan dilakukan pada enam wilayah layanan di 15 kabupaten atau kota.
  • Tahap 2 diterapkan 31 Desember 2022 mencakup 20 wilayah Layanan di 44 kabupaten atau kota.
  • Tahap 3 diterapkan pada 31 Maret 2022 yang direncanakan akan dilakukan pada di 30 wilayah di 107 kabupaten atau kota.
  • Tahap 4 diterapkan pada 17 Agustus 2022 mencakup 31 wilayah layanan pada 110 kabupaten atau kota.
  • Tahap 5 diterapkan pada 2 November 2022 dengan rencana di 24 wilayah layanan pada 63 kabupaten atau kota.



Simak Video "Kemkominfo Mulai Migrasi dari Analog ke TV Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)