Takut Dirazia, Pemilik Warnet Tempel 'Dilarang Buka Situs Porno'
- detikInet
Pekanbaru -
Para pemilik warnet di Pekanbaru was-was dengan adanya niat Poltabes Pekanbaru merazia pengakses situs porno. Meski itu baru sebatas rencana, namun pemilik warnet setempat sudah dilanda takut. Mereka pun beramai-ramai pasang pengumuman "Dilarang Buka Situs Porno". Ketakutan itu bersumber dari pernyataan Kasat Serse Poltabes Pekanbaru AKP M Edi Fariyadi pada detikcom beberapa waktu lalu yang akan merazia warnet untuk menangkap siapa saja yang mengakses situs esek-esek. Nah, gara-gara ungkapan itu, pemilik warnet pasang kuda-kuda. Ketimbang dituding terlibat jaringan pornografi, mending pasang pengumuman melarang pelanggannya berkunjung ke situs porno. Meski tidak tahu kapan razia digelar, mereka sudah takut duluan. "Saya dapat info dari teman-teman pemilik warnet juga. Katanya ada berita polisi akan merazia warnet yang mengakses pornografi. Karena itu kami pasang pengumuman di meja komputer untuk tidak membuka situs porno," kata Irwandi, salah seorang penjaga warnet di kawasan Gobah, Pekanbaru. Berpengaruhkah pengumuman itu? Menurut pria berumur 25 tahun ini, pengumuman itu cukup cespleng. Paling tidak, katanya, ini bisa dilihat dari koneksi dalam sepakan ini sedikit lancar. Artinya tidak terlalu berat untuk membuka situs-situs lainnya. "Biasanya Bang, ketahuan tuh kalau banyak buka situs porno. Koneksi kita sedikit lambat. Soalnya membuka gambar porno itu cukup berat dan membebankan pada koneksi internet kita. Tapi sepekan ini akses kita lumayan cepat. Ya mungkin saja user kita mengurangi buka situs porno itu," kata Irwan sembari tertawa. Lain lagi pengakuan Inal, penjaga warnet di Jl Teuku Umar. Menurutnya, dengan adanya pemberitaan itu, dia malah sedikit beruntung. Sebab komputernya bakal sedikit lebih awet. Soalnya, kata Inal, membuka situs porno itu selalu saja meninggalkan virus di komputernya. "Kalau tak ada yang buka situs porno kan komputer kita ini aman. Karena membuka foto-foto porno itu selalu saja meninggalkan virus di komputer kita. Kalau tidak ada yang mengakses kan komputer kita bisa awat," katanya. (nrl)
(nks/)