Butuh Satelit Berkekuatan 1 Tbps Selimuti RI dengan Internet

Butuh Satelit Berkekuatan 1 Tbps Selimuti RI dengan Internet

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 26 Apr 2021 19:35 WIB
Ilustrasi Satelit, Satelit
Foto: Photo by NASA on Unsplash
Jakarta -

Sebagai negara dengan geografis kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Rote, penggelaran internet di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Dibutuhkan setidaknya satelit dengan kapasitas 1 Tbps untuk meratakan akses layanan ke dunia maya itu, khususnya di daerah pelosok.

Untuk saat ini, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo tengah mempersiapkan satu satelit pemerintah untuk mendukung ketersediaan internet, yaitu Satelit Republik Indonesia (Satria) atau satelit Satria 1 yang diupayakan meluncur ke orbit sebelum 31 Oktober 2023.

"Nah, ini tentu waktu yang cukup kami bersama Thales Alenia Space menyelesaikan konstruksi. Sehingga kami optimis, sebelum 31 Oktober 2023 satelit sudah diluncurkan menggunakan roket SpaceX di Florida, Amerika Serikat," ujar Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Latif kepada detikINET, Senin (26/4/2021).

Bakti Kominfo menyebutkan satelit Satria generasi berikutnya sedang dipersiapkan. Hal ini untuk mengatasi kekurangan kapasitas satelit yang dibutuhkan Indonesia dalam menyebarkan akses internet di daerah-daerah.

Sebagai informasi, Satelit Satria 1 punya kapasitas 1 Gbps yang nantinya akan dimanfaatkan untuk menyebarkan akses internet ke 150.000 titik layanan publik di Tanah Air. Sedangkan, menurut Kominfo, kebutuhan kapasitas satelit mencapai 1 Tbps yang artinya kurang 950 Gbps lagi.

"Indonesia membutuhkan kapasitas satelit hingga 1 Tbps. Tentunya satelit Satria 1 kapasitas 150 Gbps, masih diperlukana beberapa satelit ke depan untuk mendukung kapasitas 1 Tbps tersebut," ungkapnya.

Terkait apakah pengadaan Satelit Satria berikutnya akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badang Usaha (KPBU) kembali, Anang menyebutkan sejauh ini pemerintah sedang mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk slot orbit.

"Tentu ini sangat bergantung slot orbit yang ada di atas Indonesia, serta kesiapan pembiayaan dari pemerintah. Kami sedang mengkaji kedua kemungkinan tersebut hingga penetapan waktu yang pas untuk penyiapan satelit selanjutnya," pungkasnya.



Simak Video "Bangun Satelit, Indonesia Dapat Pinjaman Dana dari Prancis dan Beijing"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)