Sejarah Lahirnya Google yang Bikin Pendirinya Manusia Rp 1.400 Triliun

Sejarah Lahirnya Google yang Bikin Pendirinya Manusia Rp 1.400 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 18 Apr 2021 14:40 WIB
Bukannya terkesima atau takjub saat melakukan test drive pada mobil listrik Tesla, dua pendiri Google yakni Larry Page dan Sergey Brin malah dibuat kecewa. Apa sebabnya?
Sergey Brin dan Larry Page. Foto: Pool (Business Insider)
Jakarta -

Google yang kini begitu meraksasa, perusahaan dengan aset miliaran dolar, dimulai dengan awal sederhana. Banyak kisah yang sebenarnya jarang diceritakan soal berdirinya perusahaan yang digawangi Larry Page dan Sergey Brin itu.

Larry Page dan Sergey Brin terus saja menanjak kekayaannya. Bahkan dalam daftar terbaru Bloomberg Billionaires Index, kekayaan mereka telah tembus USD 100 miliar atau lebih dari Rp 1.452 triliun. Hanya delapan orang di dunia ini yang punya kekayaan di atas USD 100 miliar.

Seperti disarikan detikINET dari Slate, Google terlahir di 4 September 1998, dua tahun setelah idenya muncul di kepala Larry Page. Dia mengangkat diri sendiri jadi CEO Google, sedangkan teman karibnya Sergey Brin disebut sebagai rekan pendiri Google atau co-founder.

Status co-founder itu biasanya terlupakan oleh sejarah. Sebut saja Facebook, orang pasti jauh lebih mengenal Mark Zuckerberg ketimbang beberapa pendiri lainnya. Tapi lain ceritanya dengan Sergey Brin.

Page dan Brin bertemu kala sama-sama kuliah di Stanford University. Brin karakternya terbuka dan bersemangat. Sehingga bagi Google, Brin menjadi pelengkap Page yang lebih introvert. Brin-lah yang menjalin relasi antara Google dengan perusahaan lain.

Seperti disebut di atas, Google memang ide awalnya berasal dari Page yang dibantu kemudian oleh Brin. Mereka berhasil memperoleh pendanaan senilai USD 1 juta dari dari teman dan keluarga yang percaya bahwa Google akan sukses. Google pun didirikan, kantor awalnya di sebuah garasi.

Februari 1999, startup itu tumbuh pesat. Page pun memindahkan kantornya dari garasi di sebuah kantor baru di Palo Alto, California. Tujuh bulan kemudian, mereka pindah kantor lagi ke Mountain View seiring pertumbuhan bisnis Google.

Pada paruh pertama 1999, popularitas Google melesat. Situasi ini membuat Google membutuhkan pendanaan baru untuk berinvestasi di server maupun sumber daya manusia. Meskipun pada saat itu, Google belum menghasilkan uang.