Manufaktur Dilarang Pakai Bahan Beracun di Ponsel
- detikInet
Jakarta -
Demi mengurangi polusi dan gangguan fungsi tubuh, para manufaktur elektronik akan diwajibkan untuk menghentikan penggunaan bahan berbahaya dalam pembuatan perangkat elektronik seperti ponsel, iPod dan alat elektronik lainnya.Setidaknya begitu peraturan yang mulai ditegakkan di California sana. Akan ada rancangan undang-undang untuk peraturan itu. Seperti diberitakan Reuters, rancangan tersebut diperkenalkan oleh Assembly Member Lori Saldana, salah seorang Demokrat asal San Diego.Disinyalir, rancangan undang-undang itu berlaku untuk semua perangkat elektronik atau perangkat yang dioperasikan dengan baterai. Para manufaktur pabrik diwajibkan untuk menghentikan pemakaian bahan berbahaya pada semua perangkat yang dijual di California menjelang 2008."Kami tahu bahwa manufaktur sebenarnya bisa menghasilkan produk tanpa memasukkan bahan beracun yang berbahaya," kata Saldana lewat pernyataan tertulisnya yang dikutip detikINET Sabtu (25/02/2006).California juga memberlakukan peraturan ini bagi para manufaktur perangkat video display. Beberapa organisasi lingkungan tampak mendukung rancangan itu. Konon, mereka sangat prihatin tentang polusi yang ditimbulkan perangkat elektronik."Ponsel, iPod, komputer dan berbagai perangkat elektronik modern lainnya bisa dipakai dalam waktu satu atau dua tahun sebelum perangkat itu usang", kata Mark Murray, Eksekutif Direktur Californians Against Waste Group.Menurut Californians Against Waste, sekitar 70 persen dari bahan logam berat yang mengandung racun berasal dari produk elektronik. Bahan beracun itu terdiri dari timbal, kadmium, krom dan air raksa."Seduhan bahan beracun ini bisa merusak ginjal dan sistem reproduksi, padahal beberapa logam mengandung karsinogen", tegas mereka.Sebagai bukti kepeduliannya, tahun lalu Apple Computer mulai menggalakkan program daur ulang di berbagai toko pengecernya. Apple menganjurkan agar konsumen mendaur ulang perangkat pemutar video dan musik iPod mereka untuk ditukar dengan barang baru dengan harga diskon. (dwn)
(dwn/)