Facebook Gugat Pembuat Situs Kloningan Instagram

Facebook Gugat Pembuat Situs Kloningan Instagram

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 21 Nov 2020 15:16 WIB
FILE PHOTO: Silhouettes of laptop users are seen next to a screen projection of Facebook logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo                         GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD
Foto: Reuters
Jakarta -

Facebook mendaftarkan gugatan terhadap pemilik situs yang diduga mengoperasikan jaringan situs kloning Instagram.

Situs kloning Instagram itu diisi dengan data yang dikumpulkan dari 100 ribu profil pengguna Instagram. Pemilik situs tersebut adalah Ensar Sahinturk, seorang warga negara Turki.

Sahinturk menggunakan software otomatisasi untuk mengumpulkan data profil, foto, dan video dari lebih 100 ribu akun Instagram, tentunya tanpa izin. Kemudian ia mempublikasikan data tersebut di jaringan situs kloning miliknya, yang kebanyakan namanya mirip Instagram.

Menurut Facebook, mereka mulai menyadari keberadaan jaringan situs ini pada November 2019 lalu, dan setidaknya ada satu dari banyak situs itu yang sudah beroperasi sejak Agustus 2017. Jaringan situs itu juga disebut punya trafik pengunjung yang besar, meski Facebook tak memberikan detail lebih lengkap soal trafik ini.

Sebelum mendaftarkan gugatannya itu, Facebook sudah mengirim surat ke Sahinturk dan memintanya untuk mematikan situs-situs tersebut. Dalam postingan blog resminya, Jessica Romero, Director of Platform Enforcement and Litigation Facebook pun menyebut pihaknya sudah mematikan akun Facebook dan Instagram milik Sahinturk.

"Data scraping (mengumpulkan data) mengganggu privasi orang dan kemampuan untuk mengontrol informasi mereka, dan ini dilarang dalam aturan kami," tulis Romero.

"Ini adalah contoh terbaru untuk langkah kami dalam menghentikan siapa pun yang mengumpulkan data pengguna, sebagai bagian dari komitmen kami untuk melindungi komunitas kami, menegakkan aturan kami dan mengganjar orang yang menyalahgunakan platform kami," tambahnya.

Facebook sendiri memang belakangan ini giat menggugat berbagai developer dan organisasi yang menyalahgunakan platformnya. Bulan lalu mereka mendaftarkan dua gugatan terhadap perusahaan yang menjual 'like' dan 'follower' di Instagram.

Sebelumnya juga ada developer asal Rusia yang digugat karena menjual jasa 'fake engagement' di platform milik Facebook tersebut, demikian dikutip detikINET dari Gizmodo, Sabtu (21/11/2020).



Simak Video " 'Selamat Datang Habib Rizieq' Dilabeli Berbahaya oleh Facebook"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)