TikTok Ikut Jadi Media Penyebaran Hoax Selama Pandemi Corona

TikTok Ikut Jadi Media Penyebaran Hoax Selama Pandemi Corona

Jauh Hari Wawan S - detikInet
Sabtu, 17 Okt 2020 17:09 WIB
Menkominfo Johnny G Plate dan Sultan HB X
Menkominfo Johnny G Plate dan Sultan HB X (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Jakarta -

Ribuan hoax disebut muncul terkait pandemi Corona di berbagai media sosial. TikTok juga jadi media sosial yang dipakai untuk menebar hoax.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Jumat (16/10/2020).

"Hoax memang banyak terkait dengan pandemi COVID-19 ini. Ada 2.000 lebih sebaran yang ada di platform digital baik Facebook, Youtube, Twitter, Instagram, maupun yang baru di TikTok," kata Johnny.

Salah satu langkah menanggulangi hoax ini adalah melakukan cek dan ricek hingga rekonfirmasi terhadap informasi yang berkembang. Itu sesuai amanat Undang-Undang ITE yaitu bertugas untuk menjaga ruang digital di Indonesia bersih.

"Untuk itu yang dilakukan cek dan ricek serta rekonfirmasi terhadap informasi yang berkembang di ruang digital dan memberikan labeling akan ada beberapa atau bagian dari informasi yang berkembang sebagai hoax atau disinformasi," ujarnya.

Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya tak segan-segan meminta platform digital untuk melakukan take down konten hoax. Tercatat sudah ada 1.800 hoax yang di-take down.

"Kedua (kami) minta kepada platform digital untuk melakukan take down. Dan ada 1.800 lebih hampir 1.900 (konten) sudah dilakukan take down oleh platform digital sosial media kita. Yang tersisia kini proses (take down)," jelasnya.

Kementerian, kata Johnny, juga berkomunikasi dengan pimpinan platform digital baik itu yang berkantor cabang di Indonesia maupun yang di kantor pusat. Ia mencontohkan seperti komunikasi yang sudah dilakukan dengan CEO Youtube Susan Wojcicki soal konten-konten hoax.

"Saya sendiri berkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan platform digital tidak hanya representatif yang ada di Indonesia tetapi di kantor pusat termasuk Amerika Serikat," ujarnya.

"Bulan yang lalu saya berkomunikasi dengan Ibu Susan Wojcicki CEO Youtube dan setelah itu apa namanya platform digital ini mengambil langkah cepat pembersihan di ruang digital," katanya.

Sementara untuk jangka panjang Kominfo telah menyiapkan gerakan nasional literasi digital bersama ratusan lembaga.

"Jangka panjang kami ada program literasi digital yang tugasnya melakukan diseminasi dan sosialisasi terkait ruang digital Indonesia. Bekerja bersama-sama dengan 108 lebih lembaga-lembaga termasuk lembaga swadata di dalammya," pungkasnya.



Simak Video "Pembuat Konten TikTok 'Masjid Tak Berakhlak' Diamankan Polisi!"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/fay)