Menkominfo Pastikan Jaringan Gak Lemot Saat Pembelajaran Jarak Jauh

Menkominfo Pastikan Jaringan Gak Lemot Saat Pembelajaran Jarak Jauh

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 26 Sep 2020 13:32 WIB
Sejumlah siswa kelas 6 SDN Sumberaji 2 mengerjakan tugas pelajaran sekolah secara daring atau online di kawasan makam Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Foto: ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF
Jakarta -

Bantuan kuota internet gratis tahap pertama telah disalurkan ke masyarakat. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate memastikan jaringan operator seluler agar kegiatan pembelajaran jarak jauh berjalan lancar.

"Dari sisi Kominfo, memastikan agar para operator seluler menjaga Quality of Service (QoS) bisa terjaga dengan baik, karenanya tentu setiap operator seluler yang ambil bagian program ini memperhatikan betul infrastruktur di tempat masing-masing," ujar Johnny.

Dilanjutkan Johnny, dengan para penyelenggara telekomunikasi seluler memperhatikan QoS tersebut, maka kegiatan belajar online yang saat ini berlangsung dapat berjalan dengan baik.

"Karena ini akan berpengaruh besar terhadap proses belajar-mengajar dan Quality of Service. Kementerian Kominfo sendiri akan memperhatikan perluasan dan percepatan akses jaringan internet," kata Menkominfo.

Berbicara soal akses internet 4G, Menkominfo mengungkapkan sudah menyiapkan peta jalan alias roadmap untuk menyelimuti 12.548 desa dan kelurahan di Indonesia dengan 4G.

Hal itu ditujukan untuk menyediakan akses di seluruh titik layanan publik baik di pemerintahan desa, puskesmas maupun sekolah agar bisa menggunakan jaringan internet 4G.

"Untuk tahun 2021 Pemerintah sudah memberikan komitmen melalui intervensi fiskal. Kemarin saya baru saja selesai melakukan Rapat Kerja dengan Komisi I untuk disetujui pembangunan tahap pertama sebanyak 4.200 titik di 4.200 desa di Indonesia untuk 4G," jelasnya

Sebagaimana diketahui, bantuan kuota internet gratis ini akan disalurkan kembali per bulannya sampai bulan Desember 2020. Pemerintah memberikan subsidi kuota untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 20 GB, Siswa 35 GB, guru PAUD dan SD, SMP, SMA mendapatkan 42 GB, kemudian mahasiswa dan dosen sama-sama memperoleh 50 GB per bulannya.



Simak Video "Pengamat Pendidikan Sebut Kuota Belajar Bukan Solusi untuk Siswa"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)