Kominfo Sergap 242 Konten Hoax Corona

Kominfo Sergap 242 Konten Hoax Corona

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 17 Mar 2020 15:48 WIB
ilustrasi smartphone
Ilustrasi. Foto: Unspslah
Jakarta -

Hingga hari ini, hasil identifikasi Tim Ais Kementerian Komunikasi dan Informatika, menemukan total sebanyak 242 konten hoax dan disinformasi yang berkaitan dengan virus corona (Covid-19). Seluruh konten itu tersebar di platform media sosial maupun website dan platform pesan instan.

Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan akan terus mengidentifikasi dan menangkal informasi tidak benar yang beredar di dalam negeri.

"Dari hasil tersebut ditindak lanjuti dengan memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta di lapangan," jelasnya dalam Konferensi Pers Dukungan Sektor Kominfo untuk Penanganan Covid-19 di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Senin (16/03/2020) sore.

"Tujuannya, melindungi segenap bangsa dan masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar terkait dengan Covid-19. Ini bahaya, apabila masyarakat mengikuti informasi yang tidak benar itu," cetusnya.

Menkominfo menilai tindakan penyebaran isu tidak benar, di tengah penyebaran Covid-19 saat ini berpotensi membuat masyarakat panik dan takut menghadapi bencana non alam ini. "Hal ini merugikan bangsa dan negara. Dan pelaku juga tidak menjawab panggilan Ibu Pertiwi yang membutuhkan pertolongan," katanya.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan informasi hoax Covid-19 yang beredar di medsos ditindaklanjuti bersama pemilik platform.

"Tugas dan fungsi Kominfo sesuai dengan kebijakan yang berlaku tidak bisa melakukan penutupan akun yang terbukti menyebarkan hoax," jelasnya.

Pihaknya, akan memberikan rekomendasi akun mana yang terindikasi melakukan penyebaran hoax sesuai aduan masyarakat dan patroli di medsos. "Kami memberikan rekomendasi kepada pemilik platform dan pihak penegak hukum, kemudian mereka yang menutup akun tersebut," kata Dirjen Semuel.

Berkaitan dengan konten hoax yang menimbulkan keresahan publik, akan ditindaklanjuti penegak hukum yakni kepolisian, bila ada unsur delik pidana yang telah dilanggar oleh pemilik akun. "Bila sifatnya masif dan menimbulkan keresahan publik maka akan ditindak lanjuti oleh kepolisian," tutur Dirjen Aptika.



Simak Video "Menkominfo Johnny: Hoax Virus Corona Masuki Wilayah Politik!"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)