Senin, 09 Mar 2020 16:08 WIB

Kominfo Seret Lima Kasus Hoax Virus Corona ke Kepolisian

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kominfo Kominfo Seret Lima Kasus Hoax Virus Corona ke Kepolisian. Foto: Virgina Maulita Putri/detikinet
Jakarta -

Hoax seputar virus corona yang beredar di Indonesia semakin banyak. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 177 jenis hoax seputar virus corona hingga 8 Maret 2020.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan hoax yang menyebar ini menyangkut banyak hal.

"Ada yang terkait disinformasi dan ada juga yang dikaitkan dengan mistik-mistik, ada juga yang dikaitkan dengan Illuminati," kata Semuel di Kantor Kominfo di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Ratusan hoax yang tersebar di masyarakat ini dianggap menggangu ketertiban umum dan meresahakan. Bahkan Kominfo telah menyeret lima kasus hoax seputar virus corona ke ranah hukum.

Pria yang kerap disapa Semmy ini mengatakan kasus yang dibawa ke kepolisian ini dua telah diproses di Polda Kalimantan Barat, dua di Polda Kalimantan Timur dan satu di Polda DKI Jakarta.

"Kasusnya karena kebangetan karena mendesain, ingin menciptakan suasana tidak kondusif, ya kita langsung proses," kata Semmy.

Tapi Kominfo memiliki metode yang berbeda-beda untuk menindak penyebar hoax seputar virus corona. Ada yang kontennya dihapus dan ada yang mendapat stempel hoax untuk diedarkan lagi agar menjadi pembelajaran.

Semmy menambahkan saat ini kasus hoax virus corona di Indonesia belum masif. Tapi hoax ini telah menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Ia mencontohkan naiknya harga jahe dan bawang bombai yang dipicu klaim bahwa dua bumbu dapur ini bisa dikonsumsi untuk menyembuhkan virus corona.

"Sifatnya masih belum, tapi kepanikannya ini yang mengkhawatirkan. Kepanikan kan mendatangkan rush, nanti orang kalap semua," pungkasnya.



Simak Video "Bahaya Berita Hoax soal Kesehatan, Termasuk Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fyk)