Rabu, 18 Des 2019 19:10 WIB

Kejar 9 Juta Talenta Digital, Kominfo Gaet Perguruan Tinggi

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Kominfo Foto: Kominfo
Jakarta - Menghadapi era industri 4.0, Indonesia berpotensi kekurangan sembilan juta talenta digital. Program Digital Talent Scholarship (DTS) pun diinisiasi pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan bahwa kekurangan sembilan juta talenta digital itu terhitung sejak tahun 2020-2035 atau selama 15 tahun. Untuk mengatasi persoalan ini, Kominfo menggaet 88 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Adapun 88 perguruan tinggi tersebut diketahui 54 di antaranya terjalin kerja sama pada tahun ini kemudian dilanjut pada tahun depan ada penambahan 34 perguruan tinggi. Secara total ada 88 perguruan tinggi jadi mitra pemerintah dalam melahirkan talenta digital.



"DTS adalah sebuah ekosistem triple helix, di mana dunia akademik, mitra-mitra swasta, dan pemerintah bersinergi bertujuan menghasilkan talenta digital yang unggul," ujar Menkominfo di Jakarta.

Program DTS pada tahun 2020 diharapkan dapat menciptakan 60 ribu orang yang punya kemampuan di bidang teknologi. Sementara, bila dilihat dari besarnya kekurangan talenta digital tersebut, maka baru 10% persoalan SDM ini teratasi per tahunnya.

"Kita harus mengajak ekosistem yang ada, kita perlu mengajak global companies dan local telco companies untuk bersama bahu membahu bersama perguruan tinggi untuk menghasilkan talenta digital yang dibutuhkan ini. Kominfo stimulus yang harus ditangkap oleh ekosistem karena kita tidak bisa bertahan hidup di era offline, kita beranjak ke era online," tutur pria berkacamata ini.



Sejak 2019, program DTS telah memberikan beasiswa kepada 26 ribu orang. Peserta terbagi ke dalam 4 jenis akademi yakni Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Coding Teacher Academy (CTA), dan Online Academy (OA).

Menghadapi 2020, DTS akan akan memberikan beasiswa untuk 60.000 orang peserta. Empat akademi akan dipertahankan, ditambah dengan Thematic Academy dan Regional Development Academy.

Disebutkan untuk dua akademi terakhir merupakan upaya memberikan perhatian lebih besar pada kaum difabel, masyarakat di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T), maupun masyarakat di berbagai kawasan prioritas pembangunan.

Simak Video "Menkominfo Sebut Netflix Tak Perlu Diblokir tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)