Rabu, 13 Nov 2019 16:55 WIB

Usai Infrastruktur Fisik, Menkominfo Ingin Bangun Infrastuktur Sosial

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Di tangan kepemimpinannya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G Plate tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur secara fisik saja, tetapi juga harus memperhatikan infrastruktur sosial.

Sebelumnya di era Rudiantara selama lima tahun terakhir gencar melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi guna memeratakan akses internet di seluruh Indonesia. Itu dibuktikan dengan adanya Palapa Ring yang belakangan dikenal sebagai 'tol langit'.

Adapun pekerjaan rumah Menkominfo saat ini meneruskan proyek satelit milik pemerintah bernama Satria. Thales Alenia Space ditunjuk untuk merancang dan memproduksi satelit tersebut dan akan diluncurkan menggunakan roket dari SpaceX. Rencananya satelit ini diluncurkan akhir 2022.



Infrastruktur sosial yang dimaksud oleh Johnny ini merujuk pada ketersediaan talenta atau orang yang ahli di bidang di digital.

"Infrastruktur sosial juga harus dibangun. Kita bangun infrastruktur fisik tapi Indonesia juga membutuhkan digital talent," kata Johnny dalam wawancara eksklusif dengan detikcom.

Dilanjutkannya, bila berdasarkan roadmap pemerintah akan menyiapkan sekitar 100 juta talenta digital. Namun kata Johnny, angka tersebut masih belum cukup.

Usai Infrastruktur Fisik, Menkominfo Ingin Bangun Infrastuktur SosialFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto


"Saya dapat informasi kalau tahun 2030-2035, kita membutuhan 113 juta digital talent di Indonesia, kita mampu 104 juta (digital talent), masih ada kekurangan sembilan juta, harus ada akselerasi untuk mengisi kekurangan (tersebut)," tuturnya.

Untuk mencapai target ini, pendidikan menjadi salah satu kuncinya. Selain itu, pemanfaatan infrastruktur digital yang sudah ada juga perlu diimplementasikan agar bisa melahirkan talenta digital yang berkualitas.

"Kalau SDM di kementerian (Kominfo) ini jadi fasilitator. Kita menyiapkan infrastruktur digital yang bisa digunakan, baik secara offline maupun online oleh semua sektor, kementerian, lembaga, bahkan sektor privat," ungkap Sekjen Partai NasDem ini.



Johnny menyebutkan Siberkreasi yang mana ini merupakan gerakan nasional terkait literasi digital dari berbagai unsur pemerintah, seniman, komunitas, hingga masyarakat. Gerakan ini sudah bergerak sejak 2017 lalu.

"Lalu ada juga di sini digital talent scholarship. Di tahun 2019 ini ada 25 ribu kursi untuk 25 ribu digital talent yang dibiayai oleh APBN. Lalu tahun 2020 ada 50 ribu digital talent scholarship karena kita harus menyiapkan mereka untuk program ini, program itu, coding, dan sebagainya," tuturnya.

Menkominfo di era Johnny ini ia lebih menekankan kepada meneruskan tugas atau program yang sudah dilakukan oleh menteri sebelumnya. Mengingat, kata pria kelahiran Ruteng tersebut, pemerintah ini merupakan pemerintah lanjutan.

"Saya juga meneruskan program presiden sebelumnya dan program sekarang. Pak Presiden Joko Widodo dan Pak Ma'aruf Amin sudah bilang bahwa tidak ada misi-visi menteri, yang ada visi-misi presiden dan wapres karena itu program negara, sehingga saya melanjutkan program yang sudah dilakukan di kabinet Indonesia Kerja dengan tekanan dan visi-misi di kabinet Indonesia Maju," pungkasnya.

Simak Video "Strategi Menkominfo Johnny di Era Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)