Senin, 23 Sep 2019 17:11 WIB

Rusuh, Internet di Wamena Dicekik!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rusuh di Wamena. Foto: Istimewa Rusuh di Wamena. Foto: Istimewa
Jakarta - Pemerintah telah berkoordinasi dengan operator seluler untuk dilakukan pembatasan layanan internet terkait situasi kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua.

"Barusan dapat update: Pak Menteri sudah meminta operator untuk pembatasan layanan data di Wamena dan sudah dilakukan oleh operator," kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, Senin (23/9/2019).

Itu artinya, pemerintah melakukan pembatasan alias blokir akses internet ini di Bumi Cenderawasih sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan, yang juga dilakukan beberapa waktu silam saat juga terjadi kericuhan. Pembatasan dilakukan untuk membatasi beredarnya pesan hoax.

Sebelumnya, pemerintah menginstruksikan pembukaan blokir akses internet di Papua dan Papua Barat pada pertengahan Agustus hingga pertengahan September.


Seperti diberitakan, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal secara terpisah mengatakan, kerusuhan berawal saat pemulangan para pendemo ke arah kawasan Expo Waena.

Pemulangan para pendemo ke kawasan Expo sesuai kesepakatan dengan Kapolres Kota Jayapura. Polisi membantu pemulangan pendemo yang sebelumnya berada di halaman depan auditorium menggunakan 15 truk.

Namun, saat kendaraan yang mengangkut mereka berada di Jembatan Waena, para pendemo minta diturunkan dari truk. Pendemo tiba-tiba menyerang anggota TNI yang beristirahat di warung.

Kerusuhan ini berakibat cukup parah. Sejumlah anggota aparat menjadi korban. Satu prajurit TNI gugur dan enam anggota Brimob terluka.



Simak Video "Cerita Perantau Minang Diselamatkan Pendeta saat Ricuh Wamena"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)