Kamis, 29 Agu 2019 18:20 WIB

Kominfo Banyak Blokir Konten Terorisme di Facebook & Instagram

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Facebook dan Instagram menjadi platform digital terbanyak yang memuat konten radikalisme dan terorisme. Selama satu dekade terakhir, ditemukan sebanyak 8.131 konten radikalisme dan terorisme di perusahaan yang sama-sama di bawah naungan grup Facebook.

Dalam laporan yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), disebut bahwa pihaknya telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.

Laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menunjukkan bahwa berdasarkan platform, konten yang terbanyak diblokir berada di Facebook dan Instagram, yakni sebanyak 8.131 konten. Setelah itu, Twitter menempati urutan berikutnya dengan temuan sebanyak 8.131 konten.




Adapun konten radikalisme dan terorisme yang diblokir di Google/YouTube sebanyak 678 konten. Kemudian diikuti di belakangnya 614 konten di Telegram, 502 konten di filesharing, dan 494 konten di situs web.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menuturkan bahwa sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2017, Kominfo gencar melakukan penapisan atau pemblokiran konten yang berkaitan radikalisme dan terorisme sebanyak 323 konten, yang terdiri dari 202 konten di situs web, 112 konten di platform Telegram, 8 konten di Facebook dan Instagram dan 1 konten di YouTube.

Sementara selama tahun 2018, telah diblokir konten radikalisme dan terorisme sebanyak 10.499 konten yang terdiri dari 7.160 konten di Facebook dan Instagram, 1.316 konten di Twitter, 677 konten YouTube, 502 konten di Telegram, 502 konten di file sharing, dan 292 konten di situs web.




Kominfo mengaku pertumbuhan angka penapisan konten ini terasa sangat signifikan setelah pihaknya mengoperasikan mesin AIS. Dengan mesin sensor internet tersebut, Kominfo bisa memangani lebih dari 10.000 konten radikalisme dan terorisme dalam setahun, padahal selama lebih dari tujuh tahun, konten yang ditapis hanya sebanyak 323 konten.

Sementara selama Januari sampai Februari 2019 telah dilakukan pemblokiran sebanyak 1031 konten yang terdiri 963 konten facebook dan instagram dan 68 konten di twitter.




Simak Video "Bukan Blokir, Kominfo Sebut Hanya Akan Batasi Akses Konten Negatif"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com