Menkominfo : Saya Siap Di-reshuffle!
- detikInet
Jakarta -
Menurut sumber detikinet, salah satu menteri yang akan terkena reshuffle adalah Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofyan A. Djalil. Selama ini, peran dia secara umum memang lebih terasa sebagai juru bicara pemerintah. Perannya di sektor telematika di Indonesia belum terasa secara signifikan.Oleh sebab itu, detikinet sengaja 'menculik' Menkominfo Sofyan A. Djalil ditengah kesibukannya untuk diwawancarai secara eksklusif mengenai isu reshuffle tersebut. Berikut petikan wawancaranya!Dalam satu tahun ini, bagaimana peran Depkominfo dalam peningkatan telematika di Indonesia?Depkominfo telah menjalankan perannya sesuai dengan kelebihannya dan kekurangannya. Kelebihannya, pertama, bahwa kita telah meletakkan infrastruktur untuk pekerjaan berikutnya, karena pemerintahan ini bukan hanya pekerjaan satu tahun. Untuk tahun pertama ini, saya pikir, saya telah meletakkan dasar-dasar untuk pengembangan dan menentukan Kominfo ke depan.Kedua, seperti diketahui, Kominfo ini merupakan departemen yang baru. Konsolidasi dari Menteri Komunikasi, Ditjen Postel, dan Lembaga Informasi Nasional (LIN). Semua itu sudah terkonsolidasi dengan baik. LIN telah meletakkan dasar-dasar untuk bekerja. Mereka sudah mempunyai newsroom. Newsroom itu akan segera menjadi model, dan semua informasi pemerintah akan bisa didapatkan dari newsroom.Kemudian Ditjen Postel, ditambah revisi berbagai peraturan, menciptakan sistem yang lebih baik. Semua itu menyangkut penataan frekuensi 3G (layanan seluler generasi ketiga-red) dan penataan lainnya. Itu semua telah kita lakukan, demi menciptakan pemerintahan yang lebih baik.Kita akan menerapkan segera e-procurement (tender pengadaan barang secara elektronik-red). Kemudian kita juga sedang menyiapkan license lewat online dan lainnya, sehingga berkurang hubungan (interaksi) manusia dengan pihak yang mencari izin. Tapi tentu, semua itu tidak bisa terlaksana (hanya) dalam satu tahun.Tapi sejauh ini, masyarakat telematika menilai kinerja Depkominfo hanya sebagai juru bicara pemerintah saja, ketimbang sebagai departemen yang mengurusi bidang ICT (teknologi informasi dan komunikasi-red). Kenapa ICT-nya belum kentara?ICT-nya belum kentara karena budget tahun ini baru keluar sekarang. Tapi dengan keterbatasan budget itu pun, kita terus melaksanakan program OSOL (one school one lab), CAP (community access point), dan pengembangan SDM telematika. Kadang bagaimanapun, uang tidak penting, uang bukan segala-galanya. Tapi uang (untuk program-program Depkominfo) itu penting. Nah, karena arah kita konsolidasi, APBN kita itu baru keluar akhir Agustus (2005), bahkan September. Baru budget kita keluar. Oleh sebab itu, kalau Anda melihat bahwa di bidang (ICT) ini kita masih kurang menonjol, memang wajar saja. Tapi tahun depan kita sudah bawa budget banyak dari DPR. Jadi mudah-mudahan akan lebih baik.Terkait dengan rencana reshuffle pasca 1 tahun kepemerintahan SBY, menurut kabar, Anda salah satu yang masuk dalam bursa itu. Tanggapan Anda?Saya tidak bisa berkomentar. Itu hak prerogatif Presiden. Tapi kalau saya ditanya apakah saya siap untuk di-reshuffle, saya siap dong. Siap jadi menteri berarti (harus) siap untuk di-reshuffle. Bagi saya tidak ada masalah sama sekali. Bagi saya menjadi menteri itu sebuah kehormatan dan tanggung jawab. Tapi reshuffle itu benar-benar hak prerogatif Presiden.Apabila Anda tidak terkena reshuffle dan tetap menjadi menteri selama 5 tahun, apa rencana strategis Depkominfo untuk ICT?Depkominfo sudah punya rencana strategis untuk 5 hingga 10 tahun. Sekarang kita minta ke semua pihak stakeholder untuk berikan input untuk perbaikan ini. Karena perkembangan teknologi sangat cepat. Oleh sebab itu, kita juga mengantisipasi hal tersebut. Tapi apa pun yang kita siapkan, itu adalah yang kita anggap terbaik. Rencana jangka pendek dan jangka panjang sudah kita siapkan untuk ICT.Apa yang paling difokuskan untuk pengembangan ICT di Tanah Air?Fokus ICT dalam jangka pendek ini, tentu kita menyiapkan infrastruktur supaya internet bisa lebih murah, bagaimana pengembangan aplikasi lokal dan program-program lokal. Kemudian bagaimana bisa mengembangkan dan memperluas program OSOL, CAP, pengembangan SDM, dan pihak yang bisa menguasai telematika.
(rou/)