Sabtu, 20 Jul 2019 19:30 WIB

Jaga Akun WhatsApp-mu, Jangan Sembarangan Instal Ini-itu

Tim - detikInet
Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash Foto: Photo by Rachit Tank on Unsplash
Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut WhatsApp, sebagai platform terbuka, memiliki kerentanan tersendiri. Untuk itu salah satu sarannya adalah pengguna jangan sembarangan instal.

Hal itu disebutkan oleh Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN Bondan Widiawan saat membahas potensi pembajakan maupun kloning akun WhatsApp dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, yang dilansir CNBCIndonesia.com.




Menurut Bondan, baru sedikit yang melaporkan adanya dugaan kloning WhatsApp. Tetapi sudah ada beberapa laporan yang terkait dengan dugaan pembajakan akun WhatsApp.

"Dari mekanisme yang kami lakukan belum memenuhi persyaratan akun tersebut dibajak, kalau kita bicara file system itu kan header, content dan footer, yang kita sebut file signature, kita bisa telusuri kapan, di mana, dari siapa, apakah dia copy paste, apakah melakukan modifikasi atau bagaimana," kata Bondan.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, sebagaimana tercantum dalam UU ITE Pasal 28, maka ini bisa dilanjutkan ke proses penegakan hukum. Hal tersebut bisa dilakukan dengan bukti-bukti yang notabene mengikuti standar dari forensik digital.




Serangan pada WhatsApp juga disebut bisa terjadi pada siapa saja sehingga butuh pengetahuan, kesadaran, dan kewaspadaan dari pengguna saat menggunakan layanan semacam itu dan juga media sosial.

"Kita menggunakan device ini penuh risiko. Ini bisa kita temukan di aplikasi terbuka, aplikasi ini berisiko kalau dilakukan pengunduhan. kalau orang yang sedikit smart mungkin dia pakai linux, atau virtual mesin, dia bisa menggali lebih dalam lagi," katanya.

Sehubungan dengan itu, Bondan Widiawan juga membeberkan cara pencegahan, pertama dengan mengaktifkan verification code. Selain itu, pengguna juga mesti jeli dengan akunnya sendiri. Misalnya, ada notifikasi aktif di WhatsApp web padahal tidak sedang login.




"Untuk pencegahan bisa itu dulu, keduanya adalah langkah mudah yang bisa dilakukan," ucap Bondan.

Selain itu, Bondan juga menyarankan pengguna agar senantiasa menginstal versi resmi WhatsApp, alias jangan mengunduh aplikasi WhatsApp tak resmi dari pihak ketiga -- yang tidak dapat dukungan resmi.

"Teknologi ini sudah berkembang lama dan berkembang dengan variasinya yang masif, bentuk-bentuk ini menjadi sebuah isu yang jadi perhatian," katanya.




Bondan juga menyebut bahwa kewaspadaan serupa pun mesti dilakukan ketika menginstal aplikasi lain semisal emoji WhatsApp, yang asalnya dari pihak ketiga alias tidak resmi karena bisa memunculkan celah.

"Namun di sana kita lihat saat ini banyak aplikasi resmi yang bukan dari WhatsApp. Misalnya WhatsApp emoji, itu semua diproduksi oleh pihak ketiga. Ini yang kemudian menimbulkan banyak kerawanan," katanya.




Simak Video "Lantik 12 Pejabat Baru, BSSN Ingin Lakukan Pembinaan Karir"
[Gambas:Video 20detik]
(krs/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed