Sabtu, 29 Jun 2019 18:00 WIB

Twitter Mulai Tandai Cuitan Kontroversial Politikus

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: GettyImages/Andrew Burton Foto: GettyImages/Andrew Burton
Jakarta - Twitter mulai bertindak tegas kepada para politikus, tokoh, ataupun pejabat pemerintah yang dinilai melanggar aturan platform akibat cuitannya tersebut.

Seperti dikutip dari pengumuman yang diunggah di blognya, Sabtu (29/6/2019), Twitter akan mulai menandai tweet para sosok yang diduga menyalahi aturan. Bila terbukti, maka tweet tersebut akan disembunyikan, tidak dihapus, dari publik.

"Prioritas tertinggi kami adalah melindungi percakapan publik yang sehat di Twitter dan bagian penting dari itu adalah memastikan aturan kami dan bagaimana kami menegakkannya mudah dipahami," kata Twitter.




Sebelumnya, Twitter dikritik dan mereka menyadari ada yang salah dari aturan sebelumnya, di mana Twitter tetap membiarkan cuitan yang mengandung caci maki, hasutan, dan pelecehan dari akun pejabat pemerintah sampai ke publik.

"Untuk memperbaikinya, kami memperkenalkan pemberitahuan baru yang akan memberikan penjelasan tambahan dalam situasi ini dan berbagi lebih banyak tentang kapan dan mengapa kami menggunakannya," ungkap Twitter.

Jika kicauan akun tersebut ditandai dan Twitter telah melakukan pemberitahuan kepada akun yang dimaksud, tweet itu nantinya tidak muncul dalam hasil pencarian, tidak dipromosikan oleh algoritma platform, tweet yang direkomendasikan untuk notifikasi, maupun live event pages.




Apabila akun politikus, tokoh publik, maupun pejabat pemerintah itu sudah mengarah kepada mengancam secara langsung atau upaya melakukan kekerasan terhadap seseorang, tweet tersebut akan langsung dihapus oleh platform.

Aturan ini berlaku bagi akun yang merupakan atau mewakili pejabat pemerintah, calon pejabat pemerintahan, atau dipertimbangkan untuk posisi tertentu. Kemudian, akun itu punya lebih dari 100 ribu followers dan sudah diverifikasi. Kebijakan terbaru Twitter ini mulai berlaku terhitung sejak 27 Juni.




Simak Video "Kini Pengguna Bisa Sembunyikan Komentar Balasan di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/krs)