Jumat, 12 Apr 2019 19:35 WIB

Begini Cara Pakai 'Chatbot Anti Hoaks' di Telegram

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - "Chatbot Anti Hoaks" baru saja dipamerkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai teknologi anyar untuk memerangi peredaran hoax di aplikasi pesan instan. Begini cara pakainya.

Sejauh ini "Chatbot Anti Hoaks", buatan Prosa yang merupakan sebuah startup pengembang natural language processing, baru tersedia di Telegram. Keberadaannya di layanan pesan instan lain seperti WhatsApp dan Line dijanjikan menyusul.




Untuk menggunakannya terbilang mudah. Pengguna hanya mengunduh aplikasi pesan instan Telegram. Setelah itu, cari akun "Chatbot Anti Hoaks".

"Saya adalah Chatbot Anti Hoaks Kominfo," begitu kalimat awal akun tersebut dalam menyapa pengguna.

Seperti chatting biasa, "Chatbot Anti Hoaks" akan beraksi dengan memberi jawaban ke pengguna jika menanyakan suatu informasi. Mengetik "server KPU di-setting", misalnya, akan memunculkan analisis mengenai kebenaran info tersebut. Ada pula link terkait di dalamnya. Ya, mirip-mirip seperti sebuah asisten virtual yang jamak berada di smartphone-smartphone kekinian.




"Chatbot Anti Hoaks" pada dasarnya akan mengklarifikasi suatu informasi di Telegram, dengan memanfaatkan database atau pangkalan data yang telah disaring oleh Mesin Ais selama ini.

"Untuk saat ini Chatbot Anti Hoaks baru bisa menerima input berupa artikel, berita, informasi dalam bentuk teks. Sedangkan informasi yang berbentuk gambar, file, atau video akan kami kembangkan ke depannya," tutur CEO Prosa Teguh Budiarto.

(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed