Kamis, 11 Apr 2019 14:00 WIB

Pemilu 2019: Demi Geber Mesin Ais, Jatah Libur pun Berkurang

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menggeber mesin Ais selama Pemilu 2019 ini, termasuk sumber daya manusia yang mengoperasikan mesin sensor internet tersebut.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengungkapkan ada perubahan pola kerja orang yang mengoperasikan mesin Ais ini. Mereka diinstruksikan untuk menambah hari kerja demi menyukseskan pemilu, khususnya berkaitan dengan yang ada di dunia maya.




"Biasanya SDM kita lima hari kerja dua hari libur, maka untuk pemilu ini kita tingkatkan menjadi enam hari kerja satu hari libur. Jadi, masuknya lebih sering," kata Ferdinandus saat dihubungi detikINET.

Ditambahnya hari kerja itu mulai efektif diterapkan oleh Kominfo pada masa tenang pemilu, yang berlangsung pada 14-16 April dan 17 April dilakukan pencoblosan.

Jauh sebelum itu, pada tahun ini juga, Kominfo telah menambah 30 orang untuk mengoperasikan mesin Ais. Saat ini, Kominfo total mengerahkan 100 orang dalam menjalankan alat senilai Rp 211 miliar tersebut.




"Tahun ini kita tambah 30 orang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 70. Penambahan ini juga salah satunya untuk mengantisipasi pemilu," ungkap pria yang disapa Nando itu.

Seperti disebutkan sebelumnya, mesin Ais akan digeber selama 24 jam penuh dalam mengawasi peredaran hoax dan isu-isu negatif yang tersebar di tengah-tengah masyarakat pada pelaksanaan Pemilu 2019.



Tonton juga video Menkominfo Ungkap Pentingnya Literasi Digital:

[Gambas:Video 20detik]


Pemilu 2019: Demi Geber Mesin Ais, Jatah Libur pun Berkurang
(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed