Selasa, 26 Mar 2019 09:02 WIB

Uni Eropa Tak Patuhi Permintaan Amerika Blokir Huawei?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: Reuters Ilustrasi. Foto: Reuters
Jakarta - Komisi Eropa disebut sudah memutuskan untuk mengabaikan permintaan Amerika Serikat untuk memblokir penggunaan peralatan telekomunikasi buatan Huawei.

Selain itu Komisi Eropa yang merupakan badan eksekutif Uni Eropa ini akan menganjurkan pada negara-negara Uni Eropa untuk berbagi data untuk menanggulangi risiko serangan cyber terkait jaringan 5G.

Komisi itu tak akan memblokir penggunaan peralatan telekomunikasi buatan Huawei. Dan negara-negara yang tergabung di Uni Eropa bisa memutuskan pilihannya sendiri-sendiri terkait pemblokiran tersebut.



Seperti diketahui, AS melobi Eropa untuk memboikot Huawei, terutama peralatan telekomunikasinya karena dianggap bisa digunakan oleh pemerintah China untuk melakukan spionase.

Tudingan ini tentu terus menerus ditepis oleh Huawei yang menyebut tuduhan tersebut tak mempunyai dasar, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Senin (25/3/2019).

Beberapa pihak di Eropa sebelumnya menyatakan AS harus menunjukkan bukti Huawei ancaman keamanan. "Kami membutuhkan review berbasis fakta. Saya belum bertemu langsung sehingga saya belum melihat bukti yang mereka punya, tapi mereka jelas perlu menampilkan bukti itu ke lembaga berwewenang di seluruh Eropa," sebut Nick Read, CEO Vodafone.



Nick menandaskan bukti kesalahan Huawei diperlukan agar Eropa bisa memiliki sudut pandang yang sama. Melarang Huawei menggelar teknologi 5G bukan perkara sederhana karena vendor asal China ini adalah pihak yang banyak membuat infrastruktur 4G, yang nantinya bisa diupgrade ke 5G.

Penggantian perangkat menurut Nick akan sangat mengganggu infrastruktur dan juga sangat mahal. "Hal itu akan menunda 5G di Eropa mungkin selama dua tahun. Ini tidak menguntungkan bagi Eropa," tuturnya. (asj/fyk)